![]() |
| Pelaku Asusila James Damanik diperiksa oleh penyidik Satreskrim Polres Serdangbedagai, Jumat (16/1/2026).(mol/dok.Satreskrim). |
Namun di balik kemudi, ada pemandangan yang membuatnya terdiam, takut, dan akhirnya memilih mengabadikan kejadian yang tak seharusnya dialami seorang penumpang.
Di dalam angkot yang melaju melewati kawasan Sei Bamban, sopir yang duduk di sampingnya diduga melakukan perbuatan tak senonoh dengan pegang anunya. Dengan tangan gemetar, Ifah merekam kejadian itu secara diam-diam.
Video singkat tersebut kemudian menyebar cepat di media sosial, memicu kemarahan publik dan perhatian aparat kepolisian.
Tak butuh waktu lama, jajaran Polres Serdangbedagai bergerak. Hanya beberapa jam setelah video tersebut viral di Facebook, sopir angkot yang terekam kamera berhasil diamankan, Kamis malam (15/1/2026).
Kasat Reskrim Polres Serdangbedagai, AKP Binrod Situngkir SH MH, mengungkapkan sopir tersebut berinisial James Damanik, 35. Ia diduga melakukan perbuatan asusila di muka umum saat mengemudikan angkot di wilayah Simpang Bedagai, Kecamatan Sei Rampah, sekitar pukul 17.00 WIB.
“Korban duduk di samping pelaku. Saat kendaraan melintas di Sei Bamban, pelaku diduga mengeluarkan dan mengelus alat kelaminnya berulang kali,” ujar AKP Binrod, Jumat (16/1/2026).
Ifah memilih bertahan dan merekam. Hingga akhirnya aksi tersebut berhenti ketika penumpang lain naik di Desa Suka Damai. Rekaman itulah yang kemudian menjadi kunci terbongkarnya peristiwa dimaksud.
Menindaklanjuti viralnya video, Sat Reskrim Polres Serdangbedagai berkoordinasi dengan Sat Reskrim Polres Tebingtinggi. Pelaku akhirnya diamankan di kediamannya di Kota Tebingtinggi sekitar pukul 20.00 WIB pada hari yang sama.
Meski korban memutuskan untuk tidak membuat laporan polisi resmi, aparat tetap mengambil langkah tegas. Klarifikasi dilakukan terhadap korban dan pelaku, disertai pembuatan pernyataan tertulis dan pembinaan intensif.
“Korban tidak keberatan dan berharap kejadian ini menjadi pelajaran agar tidak terulang. Namun kami tetap bertindak untuk menjaga ketertiban dan rasa aman masyarakat,” kata AKP Binrod
Bagi Ifah, respons cepat aparat memberi rasa lega. Ia mengaku merasa dilindungi dan berharap kejadian serupa tidak menimpa penumpang lain.
“Saya berterima kasih kepada Polres Serdangbedagai. Penanganannya cepat dan membuat saya merasa aman,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Serdangbedagai, Iptu LB Manullang, menegaskan penanganan kasus dilakukan sesuai prosedur meski tanpa laporan resmi dari korban.
“Langkah ini kami ambil sebagai upaya preventif demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” tutupnya. (HR/Robs).

