![]() |
| Kegiatan pesta kembang api di Lapangan Merdeka Kota Tebingtinggi pada malam pergantian tahun 2026. (Mol/Ist/Fb) |
Hal itu terlihat dari ribuan warga Kota Tebingtinggi yang memadati Lapangan Merdeka untuk melihat pesta kembang api pada Rabu (31/12/2025) malam.
Kegiatan tersebut mendapat sorotan dari warga maupun netizen karena dinilai tidak empati terhadap korban bencana alam di Sumatera.
Salah satu akun Facebook bernama @Desy Efrida Nasution turut menyoroti kegiatan pesta kembang api di Lapangan Merdeka Kota Tebingtinggi.
"Walaupun walikota sudah menghimbau untuk masyarakat Tebingtinggi tidak menyalakan kembang api/petasan dan sejenisnya. Dalam rangka menumbuhkan rasa empati, solidaritas, dan kepedulian kemanusiaan terhadap saudara2 kita yang sedang mengalami musibah bencana alam berupa banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara khususnya kota Tebing Tinggi. Tapi nyatanya pas waktu menunjukkan pukul 00.00 suara dentuman keras bersautan di udara Tebing Tinggi. Warga gak mengindahkan imbauan itu. Bahkan di langit lapangan merdeka penuh dengan kembang api," tulis Desy dalam unggahan di Facebook yang dilihat Metro-online, Kamis (1/1/2026).
"Cemana lah pula, udah tradisi dari tahun2 kapan, malam tahun baru gak lengkap klo gak ada kembang api. Jadi ya susah untuk menghapuskan tradisi ini," sambungnya.
Dari informasi yang dihimpun, kawasan Lapangan Merdeka Kota Tebingtinggi mulai dipadati warga pada pukul 22.30 WIB. Arus lalu lintas di sekitar lokasi mengalami kemacetan total.
Kemudian, pada pukul 00.00 WIB, letusan kembang api silih berganti dan menghiasi langit di atas Lapangan Merdeka. Warga turut meniup terompet dan mengabadikan momen tersebut melalui ponsel.
Pesta kembang api itu mendapat kecaman dari warga sekitar. Mereka menilai perayaan tersebut tidak menghargai suasana duka korban bencana alam di sejumlah wilayah Sumatera.
Untuk diketahui, sebelumnya Wali Kota Tebingtinggi Iman Irdian Saragih telah mengeluarkan surat himbauan agar tidak menggelar pesta kembang api pada malam pergantian tahun 2026 sebagai bentuk empati terhadap para korban bencana.
Kepala Dinas Kominfo Kota Tebingtinggi Ghazali Rahman menjelaskan, pesta kembang api tersebut bukan kegiatan resmi pemerintah daerah, tapi murni dari kelompok warga.
"Pak Wali Kota sudah mengeluarkan himbauan larangan, namun tetap ada sekelompok orang yang menyalakan kembang api di Lapangan Merdeka," ujar Ghazali.
Selain edaran dari Wali Kota, Polres Tebingtinggi juga mengeluarkan edaran himbauan kepada warga agar tidak melaksanakan pesta kembang api dan sejenisnya pada saat malam pergantian tahun 2026. (Sdy/Sdy)

