![]() |
| Politikus senior sekaligus Director of Law Firm Adv, Ir Pahala Sitorus SH MH MM, saat memberi pendapat mengenai jalan menuju Desa Nagaraja l, Kecamatan Dolok Merawan, Sabtu (10/1/2026).(mol/RG) |
Kunjungan Pahala Sitorus, 58, ke kampung halaman tersebut merupakan bentuk pemenuhan nazar kepada keluarga yang pernah menolong orang tuanya di masa lalu, sebagaimana pesan yang disampaikan kedua orang tuanya semasa hidup.
![]() |
| Ir Pahala Sitorus SH MH MMbesaat bercengkrama dengan teman masa kecilnya, Sabtu (10/1/2026).(mol/halasan r) |
Dalam keterangannya kepada metro-online.co, saat menuju ke Desa Nagaraja I Pahala Sitorus menyoroti kondisi infrastruktur jalan menuju Desa Nagaraja I yang hingga kini belum memadai.
Ia menjelaskan terdapat dua akses utama menuju jalan nasional, yakni melalui Simpang Bandar Bejambu, Kabupaten Simalungun, dan melalui Gunung Para. Namun, kedua jalur tersebut masih berupa jalan perkebunan dan belum memenuhi standar infrastruktur jalan umum.
“Dua jalur ini belum layak sebagai jalan yang harus dilalui masyarakat setiap hari. Padahal, jalan tersebut sangat vital untuk aktivitas warga,” ujar Pahala.
Menurutnya, berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, perusahaan perkebunan yang menggunakan jalan sebagai jalur produksi memiliki kewajiban untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas jalan agar memenuhi standar infrastruktur.
Selain itu, ia juga menyinggung Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2009 tentang Penataan Lingkungan, di mana jalan merupakan bagian dari tata kelola lingkungan karena menyangkut hajat hidup orang banyak.
“Tanpa infrastruktur jalan yang baik, seluruh aspek kehidupan masyarakat akan terganggu. Terutama dalam kondisi darurat, seperti warga yang membutuhkan penanganan medis cepat. Dengan kondisi jalan yang rusak, risiko keterlambatan penanganan sangat besar,” tegasnya.
Sebagai putra daerah, Pahala Sitorus berharap agar PT Bridgestone serta jajaran pimpinan PTPN III dan PTPN IV dapat mengalokasikan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk peningkatan kualitas jalan yang melintasi wilayah tersebut.
Ia menegaskan sepanjang jalan tersebut terdapat banyak titik penampungan hasil karet yang diangkut menggunakan truk-truk besar, sehingga peningkatan kualitas jalan menjadi kebutuhan mendesak.
“Jangan hanya mengambil hasil bumi dari Nagaraja l, tetapi jalannya tidak diperhatikan. Semua masyarakat berhak menikmati infrastruktur jalan yang layak,” ujarnya.
Pahala memastikan dalam waktu dekat akan melakukan komunikasi langsung dengan pimpinan perusahaan terkait agar Desa Nagaraja I tidak hanya menjadi wilayah penghasil, tetapi juga mendapatkan perhatian dalam pembangunan infrastruktur demi kesejahteraan masyarakat.(HR/Rob).


