-->

Banjir Susulan, Rumah Terendam dan Jalan di kecamatan Badiri Tergenang

Sebarkan:

Suasana jalan lintas Dusun I keluarahan Lopian, Kecamatan Badiri Tapteng, yang menggenangi ruas jalan dan air mencapai satu meter.(Foto: Yasmend/mol)

TAPTENG |
Banjir bandang susulan kembali melanda wilayah sekitar Sungai Badiri, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Jumat (2/1/2026). Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut menyebabkan debit air sungai meningkat hingga meluap ke permukiman warga dan ruas jalan lintas, dengan ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar satu meter.

Luapan air yang berasal dari kawasan pegunungan dan Sungai Badiri tersebut mengakibatkan sejumlah rumah warga terendam serta mengganggu arus lalu lintas di Jalan Lintas Lopian–Badiri. Kendaraan roda dua dan roda empat terpaksa melintas dengan ekstra hati-hati akibat derasnya arus air.

Kondisi banjir ini terekam dalam sebuah video yang diunggah akun Facebook Mega Smj. Dalam video tersebut, terlihat air mengalir deras melintasi badan jalan.“Air mulai naik, mobil masih bisa lewat. Untuk sepeda motor belum tahu, karena air sudah setinggi lutut dan terus naik,” ujar Mega Smj dalam rekaman video tersebut.

Untuk memastikan kebenaran informasi, Metro-Online.co melakukan konfirmasi melalui pesan WhatsApp kepada Ali Mendrofa, Kepala Lingkungan I Kelurahan Lopian, Kecamatan Badiri. Ia membenarkan kalau air telah meluap dan melintasi jalan lintas, sehingga menyulitkan kendaraan untuk melintas serta merendam rumah warga.

“Air sudah menyebrangi jalan lintas dan menyebabkan beberapa rumah warga terendam banjir,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, banjir diduga dipicu oleh tumpukan kayu gelondongan juga tanah  yang menutupi paret belum dibersihkan dari aliran Sungai Badiri, sehingga menghambat aliran air dan menyebabkan sungai meluap.

Meski hingga saat ini jalan masih dapat dilalui, beberapa sepeda motor dilaporkan mengalami mogok akibat terendam air. Sebagai langkah antisipasi, posko pengungsian telah dibuka di Simpang PT Andra, dan sejumlah warga mulai mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap terjadi, antara lain dengan melakukan normalisasi Sungai Badiri, memperbaiki saluran irigasi dan parit, serta membersihkan saluran pembuangan di belakang rumah warga. Upaya tersebut dinilai penting guna mencegah terjadinya banjir yang lebih parah apabila curah hujan tinggi kembali terjadi.(YS/js)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini