-->

Asohi Sumut Gelar Seminar Update Regulasi Obat Hewan dan Outlook Peternakan 2026

Sebarkan:

Pengurus dan anggota Asohi serta peserta foto bersama pada acara Seminar Update Regulasi Obat Hewan dan Outlook Peternakan 2026 di Hotel Grand Mercure, Medan, Selasa (6/1/2026).
MEDAN | Dalam rangka meningkatkan update regulasi tentang obat hewan Asosiasi Obat Hewan Indonesia (Asohi) Sumatera Utara gelar Seminar Update Regulasi Obat Hewan dan Outlook Peternakan 2026 di Hotel Grand Mercure, Medan, Selasa (6/1/2026).

Dalam sambutannya, Ketua Asohi Sumut Ir. Taviv Ritonga mengatakan, pihaknya terus berupaya menyatukan semua pelaku usaha peredaran obat hewan dan menjadi Asohi sebagai tempat bertukar pengalaman.

"Kita berharap melalui seminar ini semua anggota dapat informasi terbaru terkait obat hewan dan potensi market tahun 2026," katanya. 

Bertindak sebagai narasumber dalam seminar itu Ketua Asohi Pusat Drh Akhmad Harris Priyadi, Drh Arif Wicaksono, Msi dari Kementerian Pertanian dan Regional Head PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) Drh Bambang Sutrasno. 

Sedangkan peserta seminar umumnya pelaku obat hewan baik produsen, importir maupun distributor obat obatan hewan dan pabrik pakan serta asosiasi lain.

Ketua Asohi Pusat Drh Akhmad Harris Priyadi mengatakan, organisasi yang sedang dipimpinnya sudah berdiri 46 tahun dan menjadi mitra dari Kementerian Pertanian dalam dalam penyediaan, peredaran, pengawasan, produksi obat hewan serta lainnya.

"Untuk outlook ini merupakan agenda tahun kita untuk memprediksi bagaimana industri peternakan di tahun berikutnya," katanya.

Ketua Asohi Pusat Drh Akhmad Harris Priyadi (kiri) serahkan bantuan kepada anggota yang terkena dampak bencana alam akhir November lalu.

"Program MBG dalam dua tahun ini mensyaratkan pemberian ayam potong dan telor per porsi. Sehingga peternakan harus siap menyediakan dan Asohi siap mendukung MBG," ujarnya.

Pada seminar yang dipandu moderator, Drh Vera Romauli Saragih dan Drh Fausi Satria itu, pengurus Asohi juga memberi bantuan kepada beberapa anggota yang terkena dampak bencana akhir November lalu. (RE Maha/REM).

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini