-->

Update Murid SD Diduga Bunuh Ibunya di Medan, Ini Motifnya

Sebarkan:
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak saat memberikan keterangan terkait kasus dugaan pembunuhan murid SD. (mol/ampu)

MEDAN | Setelah melalui serangkaian penyelidikan serta pemeriksaan digital forensik dan ilmiah, Polrestabes Medan akhirnya mengungkap kasus dugaan pembunuhan melibatkan anak di bawah umur terhadap ibu kandungnya di kawasan Sunggal Medan.

Terungkap fakta, pelaku yang masih duduk di bangku kelas VI Selolah Dasar (SD) tersebut diduga bermotifkan sakit hati dengan perlakuan ibunya yang pernah mengancam pelaku (adik), kakak dan ayahnya dengan menggunakan pisau.

Pelaku juga sakit hati pada ibunya karena salah satu aplikasi game onlinenya dihapus. 

"Obsesi pelaku menghabisi nyawa ibunya dengan menggunakan pisau karena terobsesi dengan game murder mistery pada session Kills others yang menggunakan pisau. Serta menonton serial anime DC episode 271 saat adegan pembunuhan menggunakan pisau. 

Si adik (pelaku) menikam ibunya dengan 26 kal tusukan di tubuh," ujar Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak didampingi Wakapolres AKBP Rudy Silaen, Kasubdit Kimia Biologi (Kimbio) Bidlabfor Poldasu AKBP Hendri Ginting, Kasat Reskrim AKBP Bayu Putro Wijayanto.

Serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Dan Keluarga Berencana (P3AKB) Dwi Endah Purwanti, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial (Kabid Rehsos) Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara (Sumut) S Ginting dan Psikolog, Irna Minauli saat memaparkan kasus ini, Senin (29/12) di Aula Patriatama Mapolrestabes Medan. 

Saat kejadian, pada 10 Desember 2025 sekitar pukul 05.00 WIB salah satu rumah di Komplek tersebut yakni nomor 1D sempat mendengar ada langkah menuju ke lantai dua dan suara jeritan. Saat itu, kakaknya sempat terbangun saat tubuh ibunya jatuh menimpa tubuhnya. Saat kakak pelaku terbangun melihat pelaku sudah memegang pisau dan berlumuran darah. Sang kakak berupaya merampas pisau dari tangan pelaku. 

"Usai merampas pisau dari sang adik, kakak pelaku naik ke lantai 2 dan mengadukan peristiwa ini pada sang ayah. Tangan sang kakak yang terluka berlumuran darah. Lalu sang ayah turun ke kamar lantai 1," tambah Kapolrestabes Medan. 

Pelaku sempat mengambil pisau kedua dari dapur karena pisaunya dirampas kakaknya. Untungnya pisau tersebut sempat dirampas sang kakak. Suami korban mengecek kondisi korban lalu menghubungi pihak rumah sakit. Saat tim medis tiba, korban dinyatakan sudah tewas. 

Kapolrestabes menambahkan, dalam kasus ini Polrestabes Medan memastikan akan memberikan hak dasar kepada pelaku (anak berhadapan dengan hukum) dengan mengedepankan kepentingan terbaik bagi pelaku dan memastikan hak pendidikannya terpenuhi.

Kasubdit Kimbio Labfor Poldasu AKBP Hendri Ginting menambahkan, setelah mendatangi TKP pihaknya menyimpulkan TKP utama berada di kamar lantai 1. Hasil cek darah ditemukan ada DNA kakak dan ibu di pisau. Itu disebabkan karena ibu mengalami luka tusukan dan kakak juga mengalami luka pada bagian tangan saat berupaya merampas pisau dari tangan pelaku.  

Sementata Kadis P3AKB Sumut Dwi Endah mengatakan, pihaknya terus melakukan pendampingan terhadap pelaku sejak dari awal. "Kami juga sudah lakukan asesment dan consulting bersama rekanan. Pendampingan saat rekonstruksi, dan kita akan terus lakukan pendampingan sampai tahap sidang, putusan. 

Kami apresiasi Kapolrestabes yang sudah menangani kasus ini yang profesional dan mengedepankan perlindungan anak. Kami juga mengimbau mari menghormati aparat penegak hukum untuk melanjutkan proses selanjutnya," sebutnya.

Sementara, Psikolog Irna Minauli mengatakan, dari hasil pemeriksaan psikologis pelaku memiliki kecerdasan superior (tinggi). Dia mampu mempelajari seni dan musik secara otodidak. Apakah ada gangguan mental, hasil pemeriksaan tidak dijumpai gangguan mental. Tidak ada halusinasi dan delusi. 

"Secara emosional anak ini masih labil. Tetapi hal ini lazim terjadi pada anak remaja. Kemungkinan terjadinya peristiwa ini bukan karena ada gangguan kesehatan mental. Pengalaman kekerasan yg disaksikan langsung oleh anggota keluarga yang terpendam selama ini akhirnya meledak," urainya. (ka/RS)



Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini