-->

Soal Pengaspalan di Dusun II Desa Penungkiren, CV JPU dan PPTK Dinas SDABMBK DS Diduga "Sekongkol" JPKP Siap Dampingi Masyarakat Buat Laporan Ke APH

Sebarkan:
Teks Foto : Dinas SDABMBK Kabupaten Deliserdang bersama rekanan CV jati prakasa upakarya yang disaksikan warga masyarakat saat melakukan pengukuran pembangunan pengaspalan dusun 2 desa penungkiren.(mol/yosa/jl)


DELISERDANG  | CV Jati Prakasa Upakarya (JPU) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas SDABMBK Kabupaten Deliserdang, didesak tanggungjawab terhadap bobroknya pekerjaan pengaspalan Dusun 2 Pernangenen Desa Penungkiren, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deliserdang.

"Kita menduga kuat ada persekongkolan antara rekanan dan PPTK Dinas SDABMBK Deliserdang itu, sehingga tetap dilakukan opname dan pembayaran terhadap proyek meski hasilnya diduga dikerjakan asal jadi. Buktinya, warga masyarakat masih menyoal hasil pekerjaan itu" terang Pujian Tarigan wakil Ketua JPKP Kabupaten Deliserdang.

Pujian menambahkan, JPKP siap melakukan pendampingan kepada masyarakat yang tidak puas dan menduga adanya mark up anggaran dalam proyek tersebut "kita siap mendamping membuat laporan ke aparat penegak hukum agar proyek itu diaudit"tegasnya.

Sebelumnya, warga menyoroti bobroknya pekerjaan Proyek pembangunan jalan aspal tersebut dinilai dikerjakan asal jadi. Diketahui proyek itu dikerjakan oleh CV Jati Prakasa Upakarya dengan sumber dana dari APBD Kabupaten Deli Serdang Tahun 2025, yang menelan dana Rp. 1.523.301.000,-.

Anehnya, di plang proyek tersebut tidak tercantum volume pekerjaan baik panjang, lebar dan ketebalan pembangunan sehingga warga masyarakat sulit untuk mengawasinya.

Warga menyesalkan dalam praktek dilapangan pihak rekanan tidak mengerjakan bagian ruas jalan yang prioritas"ruas jalan yang curam tidak dikerjakan padahal titik itu merupakan bagian yang paling penting"sebut Arianta Ginting warga setempat kepada awak media ini, Selasa (25/11/2025).

Selain Arianta Ginting, Darma juga warga lainya juga menyesalkan sikap Dinas SDABMBK Kabupaten Deliserdang yang tetap meng "opname" pekerjaan proyek tersebut meski jauh dari kata layak, "liat itu bang, aspalnya saja tipis begini dan bisa dielopek pakai tangan begini bagaimanalah bisa tahan"ujar Darma.

Teks Foto: warga saat mengelopek aspal menggunakan tanganya. (mol/yosa/jl/



Bahkan warga lainya juga mengancam akan menggelar aksi demo ke kantor Bupati dan Kejari Deliserdang untuk meminta Bupati agar tidak membayar upah pekerja rekanan dan meminta Kejari memeriksa rekanan." Sebelumnya pun kami mengadakan aksi demo baru jalan kami ini dibangun, dan inipun hasilnya tidak memuaskan. Dan inipun kami akan lakukan aksi demo lagi kalau jalan kami ini tidak dilanjutkan," tegas J.Ginting 

Terkait dalam hal ini, Dinas SDABMBK yang dikonfirmasi membenarkan jika proyek tersebut telah diopneme dan akan dibayarkan, juga menjelaskan ada beberapa titik aspal yang tidak dibayarkan " Dan yang sudah diaspal yang ditanjakan itu bukan bagian dari yang dibayarkan.."terang Janso Sipahutar Kadis SDABMBK Kabupaten Deliserdang

Lukito selaku PPTK saat dikonfirmasi belum memberi tanggapan karena katanya ia masih mengikuti rapat di kantor kecamatan "Baik pak, izin saya sedang rapat di kantor camat. Selesai rapat saya akomodir tanya jawab ny pak. Trima kasih" jawab Lukito.(yosa/jasa)


Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini