![]() |
| Situasi rumah duka menjelang tahlilan hari ketiga, Senin (17/11/2025).(mol/halasan r). |
Informasi yang diperoleh dari Amaliyah, 65, ibu pemilik kerangka anaknya Senin (17/11/2025) sekitar pukul 18.00, mengatakan dihari Sabtu (15/11/2025) Polisi Polres Serdangbedagai meminta ibu tersebut ke Polres untuk mengambil kerangka anaknya untuk dimakamkan bernama yudha.
Menurut ibunya, setelah dilakukan test DNA (Deoxyribonucleic Acid) oleh pihak kepolisian, Akhirnya Identitas tulang belulang tersebut terungkap adalah identik dengan almarhum Muhammaad Yuda Prawira, 23, yang sempat dinyatakan hilang selama sekitar dua tahun oleh keluarga.
Lanjutnya, Tulang belulang putranya tersebut terlebih dahulu dilakukan fardhu kifayah secara islam dan kemudian dimakamkan di pemakaman umum, pada, Sabtu (15/11/2025) sekitar pukul 17.00.
"Ini adalah malam ketiganya kami melakukan tahlilan" ungkap Ibu almarhum.
Malam Sabtu dapat kabar lah dari Polres, katanya tulangnya sudah bisa diambil, jadi hari Sabtu kami bergerak ke Polres, rupanya sama orang Polres itu tulang udah diambil dari rumah sakit.
"Bu, tulangnya wangi sekali, (Kata Kanit), saya bilang alhamdulillah, anak saya inikan mati sahid, karena dia seperti disiksa. Kalau ini memang ada indikasi kejahatan atau pembunuhan, kami meminta supaya segera terungkap, Allah tidak tidur," ungkapnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Serdangbedagai, Iptu B Situngkir, saat dikonfirmasi menyatakan akan menggelar konferensi pers.
"Rencana Rabu kita rilis ya bang,"ucapnya.
![]() |
| Polisi saat mengambil tulang belulang didalam pohon aren, Senin (17/11/2025).(mol/halasan r). |
Kerangka manusia tersebut awalnya ditemukan oleh Riyan Barus dan Aldi saat hendak memanen buah kelapa sawit. Kemudian dilihat ada pohon aren tumbang yang sudah retak.
"Ada pohon aren tumbang, baru ada retakan, kemudian saya buka nampaklah tulangnya itu. Kemudian kami panggil warga dan kami panggil Kepala Dusun. Kami juga belum tau kerangka itu jasad siapa," ucapnya.(HR/HR)


