-->

Perekrutan Anggota Paskibraka di Padangsidimpuan Diduga Ada Permainan Ordal

Sebarkan:

 

Ilustrasi paskibraka (MOL/Detik News)

PADANGSIDIMPUAN ! Perekrutan Anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2025 yang dilakukan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Padangsidimpuan tahun 2025 diduga kuat nepotisme dan adanya permainan Orang Dalam (Ordal) 

Menjadi anggota Paskibraka adalah suatu kehormatan dan kebanggaan. Ada beberapa alasan mengapa seseorang harus bangga menjadi Paskibraka.

Menjadi bagian dari Paskibraka berarti terlibat langsung dalam upacara penting kenegaraan, seperti pengibaran Bendera Merah Putih pada hari kemerdekaan dan ini akan menjadi momen bersejarah yang membanggakan dan tak terlupakan.

Kendati demikian, menjadi seorang Paskibraka bukanlah hal yang mudah seperti membalikkan telapak tangan, perlu melewati proses seleksi yang ketat.Tahapan-tahapan yang harus dilewati meliputi seleksi administrasi, tes parade, tes pengetahuan pancasila dan wawasan kebangsaan, tes intelegensi umum, tes kesehatan, tes peraturan baris berbaris (PBB) dan kesamaptaan, serta tes kepribadian. 

Namun bagiamana jika perekrutan tersebut terjadi ketidakadilan atau diskriminasi oleh orang-orang dalam, maka aturan main perekrutan tersebut hanya ilusi dan formalitas belaka yang berakibatkan patahnya semangat anak bangsa.

Permainan orang dalam dalam perekrutan anggota Paskibraka seringkali muncul dan menjadi perhatian. Hal ini mengindikasikan adanya ketidakpercayaan terhadap proses seleksi yang dianggap tidak transparan dan adil. 

Diperlukan adanya transparansi yang lebih dalam proses seleksi Paskibraka. Ini termasuk pengumuman kriteria yang jelas, tahapan seleksi yang terstruktur, dan hasil seleksi yang dapat diakses oleh publik.

Terus bagiamana perekrutan anggota Paskibraka di Kota Padangsidimpuan, apakah benar-benar dilakukan jujur, transparan, adil dan tidak mengandung unsur nepotisme ?

Kepala bidang Wawasan Kebangsaan Bakesbangpol Kota Padangsidimpuan Else Mariani saat diminta data nama dan asal sekolah Anggota Paskibraka Kota Padangsidimpuan tahun 2025 dinilai terkesan selalu menutup-nutupi data tersebut

Kepada metro-online co, Else mengatakan kalau data nama dan asal sekolah anggota paskibraka tersebut harus di SK kan dulu atau ditandatangani Walikota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe.

"Di SK kan dulu ya, ditandatangi walikota dulu ya bang," ucap Else singkat dalam pesan WhatsApp nya, Senin (4/8/2025).

Kemudian berjalan seminggu informasi paskibraka tersebut metro-online.co menanyakan lagi kepada Else Mariani, Senin (11/8/2025) dan Jumat (15/8/2025) namun informasi tersebut tak memiliki jawaban.

Mendapatkan informasi data nama dan asal sekolah Paskibraka Kota Padangsidimpuan ibarat seperti rahasia negara yang tidak boleh dibocorkan kepada publik. 

Ketidaktransparanan Bakesbangpol Kota Padangsidimpuan kuat dugaan adanya permainan ordal dalam melakukan seleksi atau perekrutan calon anggota Paskibraka di Kota Padangsidimpuan. Dimana seleksi tersebut diduga banyaknya titipan orang dalam atau keluarga pejabat Pemko Padangsidimpuan dengan melewati seleksi formalitas saja.

Terpisah, salahsatu Praktisi Media berinisial DP kepada metro-online co mengatakan, perekrutan Anggota Paskibraka yang dilakukan oleh Kesbangpol memang kuat dugaan ada permainan orang dalam atau titipan.

Kepada metro-online.co, Jumat (15/8/2025) DP menyebutkan, ia sudah konfirmasi dan wawancara dengan Kaban Kesbangpol Kota Padangsidimpuan Mhd Erwin. Ketika ia meminta data anggota Paskibraka untuk diberitakan. DP menceritakan Kaban Kesbangpol terkesan meminta agar informasi terkait Paskibraka tidak usah diberitakan.

Meski demikian, Informasi terkait data nama dan asal sekolah anggota Paskibraka Kota Padangsidimpuan tahun 2025 sampai berita ini diterbitkan Bakesbangpol belum juga memberikan jawaban. (Syahrul/ST).




Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini