Tingkatan Produksi Kelapa Sawit, PTPN 2 Akan Okupasi Areal HGU 103 Bulu China

Sebarkan:

Plang HGU milik PTPN 2 di atas Lahan HGU Kebun Bulu China, Kecamatan Hamparan Perak, Deliserdang
DELISERDANG | Untuk meningkatkan target produksi perkebunan kelapa sawit yang ditekankan Holding PTPN III, PT Perkebunan Nusantara II (PTPN2) dalam waktu dekat akan membersihkan areal Hak Guna Usaha (HGU) No.103 Kebun Bulu China, di Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.

Hal ini disampaikan Kabag Pengamanan dan Pemanfaatan Aset, PTPN 2 Ridho Syahputra Manurung, dalam siaran persnya dilansir metro-Online.co, Selasa 13/9/2022 . Ridho menyebutkan saat ini, ada dua kelompok tani yang masih menguasai sekitar 382 hektar lahan dari HGU No.103 yang luas seluruhnya mencapai 2.977 hektar itu. 

" Sejak tahun 2020 lalu, sebenarnya sudah berulangkali kita lakukan sosialisasi terhadap warga penggarap. Bahkan dengan melibatkan pihak Kejaksaan sudah dilakukan pendekatan dan pemberian tali asih terhadap puluhan penggarap yang sejak tahun 1998 mengusasi lahan HGU tersebut untuk tanaman ubi, jagung, padi dan kelapa sawit," ucapnya.

Ridho menambahkan, dari 2.997 hektar areal HGU No.103 sedikitnya ada 382 hektar areal yang sampai saat ini masih dikuasai warga penggarap. Setidaknya ada 70-an warga  selama ini menguasai areal tersebut untuk berbagai jenis tanaman palawija.

PTPN 2, sudah melakukan pendekatan secara persuasif kepada warga penggarap, agar mereka bersedia mengembalikan lahan yang selama ini mereka usahai. Dan sampai saat ini baru sekitar 21 warga yang bersedia menerima tali asih dan membongkar sendiri bangunan milik mereka di atas lahan tersebut, yang selama ini digunakan untuk tempat tinggal dan pondok.

Sebagian warga yang membongkar bangunan mereka di atas Lahan HGU PTPN 2 Kebun Bulu china, Hamparan Perak 
Sementara warga yang tergabung dalam kelompok tani Batang Saudara Sejati Bersatu yang diketuai Diponegoro dan kelompok tani Pasar VI dan Pasar VIII yang diketuai Amiruddin tidak menggubris himbauan yang disampaikan agar mengosongkan lahan HGU yang mereka kuasai. Apalagi mereka telah memanfaatkan lahan tersebut untuk areal tanaman kelapa sawit (tanaman keras) milik pribadi diatas lahan HGU PTPN 2.

“Kita sudah berusaha melakukan pendekatan secara persuasif, termasuk melayangkan somasi terhadap para penggarap agar mengembalikan lahan tersebut ke PTPN 2, namun tidak mendapat tanggapan. Karena itu dalam waktu dekat kita akan melakukan pembersihan (okupasi) areal 382 hektar di kebun Bulu China tersebut,” tegas Ridho Syahputra Manurung. 

Menurut perkiraan, pembersihan areal HGU 103 seluas 382 hektar ini akan berlangsung sekitar 10 hari kerja. Selanjutnya akan langsung disiapkan untuk areal penanaman kelapa sawit untuk memperluas areal produksi kebun Bulu China seperti yang ditargetkan PTPN 2.( Wan)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini