Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Honor Cuma Rp175 Ribu per Bulan, Bidan TKS di Nias Minta Perhatian Pemerintah Pusat

Tim Redaksi: Kamis, 14 Maret 2019 | 18:03 WIB

Aktifitas seorang Bidan TKS di Kabupaten Nias

Nias|Sejumlah Bidan tenaga suka tela (TKS) minta perhatian pemerintah pusat, dimana sudah bertahun - tahun mengabdi di Puskesmas kecamatan Ma'u, Kabupaten Nias, Provinsi Sumatera - Utara, mereka menerima honor/Gaji Rp.175.000 perbulan. Hal itu dikatakan oleh Deiwirna Gulo,Ica Gulo,Yati Gulo, Martelina Gulo kepada reporter www.metro-online.co, Kamis (14/03/2019).

Deiwirna Gulo dan rekan - rekannya Ica Gulo dan Yati Gulo mengharapkan belas kasihan pemerintah pusat yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo untuk, memperhatikan kebutuhan Bidan tks.

Demikian juga yang dialami oleh Sudirman Gulo yang sudah bertahun tahun menjadi tks di puskesmas Idanogawo. Ianya mengatakan bahwa honor yang diterimanya Rp. 175.000 perbulan.

Kepala UPTD Puskemas Ma'u Faozaro waruwu membenarkan hal itu. Ianya berharap kepada pemerintah kabupaten Nias ataupun pemerintah pusat melalui kementerian kesehatan untuk mencari solusi dari nasib Tks ini. Mereka membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah daerah.

Seluruh Tks tersebut bekerja pada pusat pelayanan kesehatan dibawah Dinas kesehatan seperti puskemas dan pustu. Jasa dan kontribusi mereka dalam membantu pelayanan kesehatan masyarakat tidak sesuai dengan insentif yang diberikan.


Salah seorang anggota DPRD Kabupaten Nias Brian Mei Laoli yang cukup dikenal memperjuangkan aspirasi masyarakat menyampaikan bahwa DPRD Kabupaten Nias  pernah meminta landasan hukum dalam bentuk Ranperda terkait dengan nasib Tks ini. Namun informasi yang didapatkannya bahwa Dinas kesehatan Provinsi menolak hal itu karena sudah ada instruksi dari pusat untuk tidak menerima lagi honorer karena ada rencana penerimaan P3K. Namun tidak tertutup kemungkinan dicari solusi terkait dengan nasib Tks dimaksud dan hal itu diserahkan kewenangan kepada Dinas kesehatan kabupaten Nias.

Sampai berita ini dibuat reporter belum berhasil mewawancarai Kepala Dinas kesehatan Kabupaten Nias terkait dengan nasib Tks ini.  (sw)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html