Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Pembangunan 3 Unit Ruko di Medan Barat Resahkan Warga

Tim Redaksi: Selasa, 08 Mei 2018 | 00:22 WIB


Pembangunan 3 unit ruko (rumah toko) di Jalan Karya Dame No.30, Gang Laguboti, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat meresahkan warga yang berada di sebelahnya.

Apalagi pembangunan 3 unit ruko tersebut dinilai sudah menyalahi aturan, dimana berdasarkan izin yang dikeluarkan Dinas Tata Ruang Tata Bangunan (TRTB) Pemko Medan kepada pemohon atas nama Syahrizal SH pada tanggal 11 juni 2014 itu menyebutkan izin untuk 1 unit rumah tempat tinggal berlantai dua, namun kenyataan di lapangan dibangun sebanyak 3 unit.

Salah seorang warga, Poltak Simamora (70), yang rumahnya bersebelahan dinding dengan ruko yang dibangun tersebut sangat resah dengan adanya pembangunan itu.

Sebelumnya, dirinya telah melayangkan surat keberatan ke Dinas TRTB Kota Medan dan Kelurahan Karang Berombak atas pembangunan 3 unit ruko tersebut karena rapat dinding tanpa izin tetangga.

Diketahui, Dinas TRTB sendiri sudah pernah mengeluarkan surat perintah bongkar No.640/2169 tanggal 19 maret 2015 karena bangunan tersebut melanggar izin, melanggar rooilyn 3 meter dan GSB 1,5 meter. Aktifitas pembangunan sempat terhenti, namun sekarang mulai dikerjakan lagi.

"Pembangunan sempat terhenti, tetapi sekarang dikerjakan lagi oleh pemborongnya. Sepertinya bandel kali yang punya bangunan ini," kata Poltak kepada wartawan, Senin (7/5/2018).

Kemudian, surat pengaduan telah dilayangkan kembali oleh Poltak Simamora, tetapi belum ada tindaklanjut dari instansi terkait untuk membongkar bangunan tersebut.

Poltak berharap bangunan agar dibongkar karena sangat meresahkan dan merugikan keluarganya. Apalagi, pengembang sempat marah-marah terkesan mengintimidasi istri Poltak Simamora saat memyampaikan keluhan karena pembangunan dilanjutkan. 

"Pengembang tidak pernah minta izin sama kami, padahal jelas jelas rapat dinding. saat pengerjaan ruko berjalan, banyak material yang jatuh ke halaman dan atap rumah kami, jadi gak nyaman kami. Pernah istri saya komplain ke pengembang, bukannya mereka dengar tapi malah marah-marah dan mengintimidasi istri saya," tutup Poltak dengan nada kesal. (ril)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait