![]() |
| Bupati Taput Jonius Taripar Hutabarat meninjau pekerjaan infrastruktur dan revitalisasi kawasan Aek Sigeaon, Tarutung, Selasa (3/11/2026).(mol/alfredo sihombing) |
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan pembangunan infrastruktur berjalan sesuai rencana, sekaligus mendorong penataan kawasan sungai agar berfungsi optimal dan berkelanjutan.
Lokasi pertama yang dikunjungi adalah jembatan di Jalan Rangkea yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat bencana alam.
Perbaikan jembatan tersebut telah rampung melalui pembangunan bronjong, tembok penahan tanah (TPT), serta saluran air.
Selanjutnya, Jonius meninjau pekerjaan Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BBWSS) II Medan berupa pembangunan groundsill dan sheet pile di sepanjang aliran Aek Sigeaon.
Pekerjaan tersebut mencakup kawasan Saitnihuta, Jalan Rangkea hingga Jalan Diponegoro.
Dalam peninjauan itu, Jonius meminta agar dilakukan penambahan anggaran atau melalui mekanisme adendum untuk memperbaiki bangunan groundsill yang telah dibangun beberapa tahun sebelumnya.
Perbaikan dinilai penting agar bangunan tersebut dapat kembali berfungsi secara optimal.
Jonius juga meninjau pekerjaan yang bersumber dari APBD Kabupaten Taput Tahun Anggaran 2026, yakni revitalisasi pedestrian tanggul Aek Sigeaon dan rekonstruksi outlet tanggul sungai yang hingga kini masih dalam proses pengerjaan.
"Revitalisasi Aek Sigeaon merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam membenahi kawasan sungai secara menyeluruh," kata Jonius.
Untuk mendukung program tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Taput bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan BBWSS II Medan melalui alokasi anggaran yang cukup besar pada Tahun Anggaran 2026.
Penanganan tidak hanya difokuskan pada Aek Sigeaon, tetapi juga sejumlah anak sungai yang terhubung, antara lain Aek Haidupan, Aek Siborgung, dan Aek Sia Durian.
Selain pembangunan fisik, pemerintah daerah juga merencanakan penghijauan di sepanjang bantaran sungai melalui penanaman pohon buah-buahan.
Upaya lainnya meliputi penertiban bangunan di kawasan bantaran sungai Jalan Rangkea dan Jalan Mesjid serta mengawal usulan perbaikan sheet pile pada tanggul di Jalan Huria Kristen Indonesia (HKI), Kecamatan Tarutung.
Jonius mengingatkan bahwa keberhasilan revitalisasi sungai tidak hanya bergantung pembangunan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat.
Ia mengimbau warga agar tidak membuang sampah ke aliran sungai dan tidak mendirikan bangunan di kawasan bantaran sungai.
Pemkab Taput berharap revitalisasi Aek Sigeaon dapat meningkatkan fungsi sungai, memperbaiki kualitas lingkungan, serta menciptakan kawasan yang lebih tertata dan nyaman bagi masyarakat. (as/as)

