-->

Tim Basarnas Pos SAR Danau Toba Parapat Bersama Polsek Dolok Pardamean Evakuasi Korban Tenggelam di Salbe

Sebarkan:

Foto Atas: Koordinator Basarnas Pos SAR Danau Toba Parapat Erikson Gultom SE Bersama Kapolsek Dolok Pardamean AKP Restuadi SH. Foto Bawah: Tim Mengevakuasi Jasad Korban (mol/eg-sar)
SIMALUNGUN | Tim Basarnas Pos SAR Danau Toba Parapat bersama Polsek Dolok Pardamean - Polres Simalungun, BPBD Simalungun, TNI, unsur pemerintahan desa dibantu warga, evakuasi jasad pria lansia, yang tenggelam di perairan Danau Toba, di salah satu pantai, di Dusun Salbe, Desa Togu Domu Nauli, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Minggu (1/11/2026) siang.

Korban, Mangantar Napitulu gelar Opung Efraim doli, 66, pesiunan PT BSRE Dolok Merangir, warga Kelurahan Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Informasi dihimpun. Sebelum insiden, Minggu pagi korban berangkat ke objek wisata Dusun Salbe bersama rombongan Jemaat Sektor 2 HKBP Purba Sari - Resort Bombongan, Distrik V Sumatera Timur, dalam acara Kebaktian Padang serta darma wisata.

Usai Kebaktian di pantai, rombongan menggunakan kapal kayu wisata berangkat ke objek wisata Gua Baba Liang di tepian Danau Toba, Dusun Liang Atas, Desa Purba Pasir, Kecamatan Haranggaol Horisan berbatasan dengan Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Sekembali dari Gua Baba Liang, lebih kurang sepuluh meter mendekati pantai semula, dikabarkan korban melompat dari kapal hendak mandi berenang. Disebutkan, karena faktor usia, istri korban sempat melarang niat korban melompat, namun tetap dilakukan.

Naas. Setelah melompat ke danau, korban terlihat mengalami kesulitan berenang, dua saksi mata CT dan RS berupaya menolong menggunakan banana boat diawali melempar tali kepada korban. 

Takdir selamat tidak berpihak, penyelaman yang dilakukan salah satu saksi sia-sia, korban tidak terlihat lagi, lantaran kondisi di bawah permukaan danau gelap. Suasana pantai spontan heboh dan gempar. Peristiwa ini kemudian dilaporkan ke Polsek Dolok Pardamean - Polres Simalungun.

Menerima laporan kejadian, Kapolsek Dolok Pardamean AKP Restuadi SH langsung bergerak cepat bersama personel dan berkoordinasi dengan instansi terkait termasuk pihak Koramil 15/Sipintu Angin dan perangkat desa setempat, "Menerima laporan, personel langsung bergerak. Keselamatan dan kepastian bagi keluarga korban menjadi prioritas kami,” ujar AKP Restuadi.

Disebutkan. Pada proses pencarian, pengelola pantai mendatangkan dua penyelam dari Samosir. Menggunakan under water bodycam (kamera bawah air), posisi korban terdeteksi di kedalaman sekitar 20 meter. Namun, proses evakuasi tidak bisa dilakukan karena keterbatasan peralatan penyelaman.

Upaya terus dilakukan, AKP Restuadi menghubungi penyelam dari salah satu perusahaan di Tamburea. Namun kemampuan penyelaman hanya mencapai kedalaman lima meter. 

Tidak putus asa, AKP Restuadi kemudian berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Simalungun untuk meminta bantuan Basarnas Pos SAR Danau Toba Parapat, yang lebih bekopetensi.

Menerima laporan kejadian, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Medan melalui Koordinator Basarnas, Pos SAR Danau Toba Parapat, Erikson Gultom SE, langsung berangkat memimpin tim Search and Rescue Unit (SRU) berikut peralatan penyelaman.

"Setelah berkoordinasi dan mengetahui titik koordinat keberadaan korban, tim SRU kita  langsung menyelam untuk mengevakuasi. Korban ditemukan telah meninggal dunia lebih kurang di kedalaman 17 meter di bawah permukaan air. Sekira pukul 17.55 WIB korban diserahkan ke pihak keluarga," ungkap Erikson Gultom, Senin (2/11/2026) siang.

Selanjutnya menggunakan ambulan jasad korban dibawa ke Puskesmas Dolok Pardamean untuk visum luar oleh tim medis. Dalam serah terima jasad korban, pihak keluarga membuat permohonan tidak dilakukan otopsi yang dituangkan dalam surat pernyataan dan menerima ihklas kematian korban, murni akibat kecelakaan air.

Selanjutnya jenazah korban dibawa pihak keluarga untuk disemayamkan di rumah duka di Kelurahan Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Imbauan dan pesan senada, Kepala Koordinator Basarnas Pos SAR Danau Toba Parapat Erikson Gultom dan Kapolsek Dolok Pardamean AKP Restuadi, mengingatkan masyarakat, khususnya wisatawan di kawasan Danau Toba, agar selalu hati-hati dan waspada saat beraktivitas di air. Utamakan faktor keselamatan.

Diharapkan insiden ini dapat menjadi pelajaran. Jangan melompat atau berenang di perairan dalam tanpa pelampung dan pengawasan, terkhusus bagi lansia, anak-anak, atau yang tidak mahir berenang. Danau Toba sangat dalam, arusnya sulit diprediksi, dan kondisi cepat gelap di bawah permukaan.

Kepada pengelola objek wisata diminta dengan tegas untuk  menyediakan perlengkapan keselamatan, pelampung, tali penyelamat serta petugas pengawas. Kepada pengusaha kapal wisata diingatkan agar mematuhi standar keselamatan dan memberi peringatan kepada penumpang supaya tidak melakukan aktivitas berbahaya selama perjalanan.

AKP Restuadi mengatakan, “Jika terjadi kecelakaan air atau keadaan darurat, segera hubungi Polsek Dolok Pardamean atau Call Center Polri 110 Polres Simalungun (bebas pulsa) untuk segera ditindaklanjut, karena semakin cepat laporan, semakin besar peluang keselamatan,” sebutnya (bay/bay)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini