![]() |
| Ketua Dekranasda Taput Neny Angelina Purba menghadiri Pelatihan UMKM Taput di Hotel Grand Libra Beach 2, Muara, Selasa (3/11/2026).(mol/alfredo sihombing) |
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan UMKM Taput Naik Kelas Tahun 2026 dengan tema “Branding Kuat, Digital Hebat, Produk Lokal Menuju Go Export”.
Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian dan Perdagangan Taput tersebut selama tiga hari, mulai 2 hingga 4 November 2026, di Hotel Grand Libra Beach 2, Muara.
Kegiatan ini dihadiri Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Taput Neny Angelina
Purba, Selasa (3/11/2026).
Dalam sambutannya, Neny menyampaikan Taput memiliki sekitar 29.313 pelaku UMKM yang tersebar di 15 kecamatan. Jumlah tersebut menjadi potensi besar dalam menggerakkan perekonomian daerah melalui pengembangan produk unggulan lokal.
Berbagai produk unggulan yang dimiliki Taput antara lain kopi Arabika Sigarar Utang dan Kopi Lintong, ulos, kacang Sihobuk, gitar Sipoholon, sambal andaliman, kerajinan bambu, pandai besi Sitampurung, hingga kerajinan rotan.
Namun, menurut Neny, potensi tersebut masih perlu didukung peningkatan kualitas produk, kemasan, identitas merek (branding), pemasaran digital, legalitas usaha, serta akses permodalan agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
"Pengembangan produk kerajinan tidak hanya bertujuan meningkatkan perekonomian masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya daerah," kata Neny.
Salah satunya adalah kain ulos yang merupakan warisan budaya sekaligus sumber penghidupan bagi sekitar 6.339 penenun di Taput.
Karena itu, para penenun didorong untuk terus berkolaborasi dengan Dekranasda dan Local Champion melalui pelatihan serta pembinaan guna meningkatkan kualitas, keunikan, dan nilai jual produk tenun.
Selain ulos, pengembangan kerajinan rotan juga menunjukkan perkembangan positif. Dari yang awalnya hanya satu pengrajin, kini telah berkembang menjadi 20 orang penganyam yang mengikuti pelatihan dan mulai menghasilkan berbagai produk kerajinan.
Sepanjang 2026, Dekranasda Tapanuli Utara telah mendorong pengembangan 150 produk unggulan serta memberikan pembinaan kepada sekitar 150 penenun. Pendampingan juga dilakukan melalui empat Local Champion, yakni Dame Ulos, Soho Ulos, Rumah Ulos, dan Vera Galery Ulos.
Produk-produk unggulan tersebut telah diperkenalkan melalui berbagai pameran nasional, termasuk Karya Kreatif Indonesia (KKI) yang diselenggarakan Bank Indonesia, dengan capaian penjualan yang membanggakan. Selain itu, produk dan karya daerah Taput juga mendapat kesempatan tampil dalam ajang Indonesia Fashion Week dan kegiatan Wastra tingkat nasional.
Pelatihan UMKM Naik Kelas ini menerapkan komposisi 30 persen teori dan 70 persen praktik. Materi yang diberikan meliputi penguatan branding, Business Model Canvas, desain kemasan, pemasaran digital, Google Business Profile, pembuatan konten dan video promosi, legalitas usaha, sertifikasi, pendaftaran merek, standar ekspor, hingga business pitch.
Adapun narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Rico Poltak Tuahot Hutasoit, Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai serta Dukungan Teknis Cabang Sibolga, dan Sugianto ST MKom, dari SAE Ecademy Medan. (as/as)

