-->

Sembilan Hari Operasi Patuh Toba 2026, Polres Taput Catat 350 Pelanggaran dan Dua Kecelakaan

Sebarkan:

 

Kasat Lantas Iptu Binsar Simamora saat melaksanakan Operasi Patuh Toba. (mol/alfredo sihombing)
TAPUT | Selama sembilan hari pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2026, Kepolisian Resor (Polres) Tapanuli Utara (Taput) mencatat sebanyak 350 pelanggaran lalu lintas. Selain itu, selama operasi berlangsung, petugas juga mencatat dua kasus kecelakaan lalu lintas.

Operasi Patuh Toba 2026 tersebut dilaksanakan sejak 26 Oktober hingga 3 November 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas sekaligus menekan angka pelanggaran dan kecelakaan di wilayah hukum Polres Taput.

Kapolres Taput AKBP Ferry Mulyana Sunarya SIK MH melalui Kasi Humas Aiptu Walpon Baringbing, Rabu (4/11/2026), menjelaskan bahwa dari dua kasus kecelakaan tersebut, satu orang mengalami luka berat dan tidak terdapat korban meninggal dunia.

Walpon mengatakan, dari hasil penindakan di lapangan, petugas memberikan sanksi berupa tilang teguran maupun tilang manual kepada para pelanggar.

Tilang teguran diberikan terhadap pelanggaran yang dinilai tidak berpotensi langsung menimbulkan kecelakaan, seperti tidak membawa Surat Izin Mengemudi (SIM), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), serta sejumlah pelanggaran administrasi ringan lainnya.

Sementara itu, tilang manual diberlakukan terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, seperti melawan arus lalu lintas, berboncengan lebih dari satu orang, serta mengemudikan kendaraan secara ugal-ugalan.

"Untuk pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan, petugas dapat mengamankan barang bukti berupa kendaraan, SIM maupun STNK. Apabila kendaraan atau dokumen tersebut disita, pengambilannya harus melalui proses persidangan," jelas Walpon.

Selain melakukan penindakan di jalan raya, Polres Taput juga mengintensifkan kegiatan pendidikan masyarakat lalu lintas (Dikmas Lantas) melalui penyuluhan ke sekolah-sekolah.

Dalam kegiatan tersebut, petugas memberikan edukasi mengenai pentingnya tertib berlalu lintas kepada para pelajar. Petugas juga membagikan buku dan alat tulis sebagai bentuk perhatian sekaligus kenang-kenangan agar para siswa semakin memahami pentingnya keselamatan di jalan raya.

Penyuluhan serupa turut dilaksanakan di sejumlah tempat keramaian, termasuk pangkalan ojek konvensional. Dalam kesempatan itu, petugas mengingatkan para pengendara agar selalu mematuhi aturan dan mengutamakan keselamatan saat berkendara.

Kapolres Taput juga memberikan sejumlah helm berstandar nasional Indonesia (SNI) yang dilengkapi barcode kepada pengendara yang kedapatan membonceng penumpang tanpa menggunakan helm.

Tidak hanya itu, upaya pencegahan kecelakaan juga dilakukan melalui pemeriksaan kendaraan bermotor atau ramp check di Terminal Madya Tarutung.

Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan kondisi fisik dan kelayakan kendaraan angkutan umum sebelum beroperasi, sehingga kendaraan yang tidak memenuhi standar keselamatan tidak dipaksakan untuk melayani penumpang.

Melalui pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2026, Polres Taput mengimbau seluruh pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat dan seterusnya agar senantiasa berhati-hati, meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi seluruh ketentuan lalu lintas.

"Keselamatan harus menjadi prioritas setiap pengguna jalan. Kami mengimbau masyarakat agar selalu tertib berlalu lintas dan mengutamakan keselamatan untuk menghindari pelanggaran maupun kecelakaan," tutup Walpon. (as/as)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini