LANGKAT | Ratusan rumah milik warga rusak berat pascabanjir bandang tahun 2925 lalu di Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, namun sejauh ini bantuan renovasi bangunan rumah yang dijanjikan pemerintah belum juga terealisasi.
10 bulan sudah pascabanjir bandang yang melanda sejumlah desa dan kelurahan di daerah itu yang mengakibatkan ratusan rumah rusak berat, sedang dan ringan, tapi hingga kini bantuan material dari pemerintah belum juga dikucurkan.
Kini para korban banjir menantikan bantuan. Berbagai upaya pendekatan bahkan melalui aksi demo ke kantor Camat Besitang, ke DPRD Langkat, bahkan ke Kantor Bupati Langkat telah dilakukan masyarakat, dengan harapan bantuan akan segera turun.
Bahkan terakhir, ribuan keluarga korban banjir melakukan aksi unjukrasa di Besitang, tapi lagi-lagi upaya yang dilakukan belum juga membuahkan hasil, ujar salah seorang tokoh pemuda, Ramlan AZ kepada kru Metro Online, Selasa (8/9/2026) di Besitang.
Menurut Ramlan, pascabanjir bandang, ada banyak warga korban banjir yang hingga kini masih menempati rumah yang tidak layak huni karena ketiadaan biaya untuk merenovasi bangunan rumah yang hancur diterjang banjir.
Coba bayangkan, lanjutnya, ada keluarga korban banjir yang terpaksa tinggal dalam rumah yang dindingnya dibalut tenda plastik, dan atapnya apa adanya, belum lagi lantai rumah. Kondisi rumah seperti itu benar benar tidak layak, serta tidak nyaman untuk di tempati. "Mau tidak mau, mereka terpaksa menempati rumahnya meski dalam kondisi tidak layak.
Apalagi bagi warga (korban banjir) yang ekonominya lemah, hingga saat ini mereka belum juga memperbaiki bangunan rumah milik mereka secara layak, karena ketiadaan biaya untuk membeli bahan material bangunan, ujarnya.
[9/9, 15.17] .Mamora Sib: "Hingga sekarang nasib mereka (korban banjir-red), masih menggantung. Entah sampai kapan bantuan baru dicairkan oleh pemerintah, kita belum tau," terangnya.
Harapan warga untuk segera mendapatkan bantuan perbaikan rumah yang dijanjikan pemerintah sepertinya belum mendapatkan kepastian, mereka harus bersabar bertahan di gubuk derita tersebut, ungkapnya.
Padahal, menurut informasi, besaran dana anggaran untuk membangun rumah rusak akibat banjir telah ditetapkan Pemerintah Pusat sebesar Rp 60 juta per rumah dengan total anggaran untuk 178 unit mencapai Rp 10,68 miliar, sebut Ramlan AZ.
Lalu pertanyaannya, jika dananya sudah ada, kenapa bantuan belum juga dikucurkan ? Bahkan, sejauh ini masih ada warga yang belum menerima Dana Tunggu Hunian,(DTH), diantaranya, Ridwan, Zais dan M.Yakub, warga Lingkungan IV Kelurahan Kampung Lama, Kecamatan Besitang, tutupnya.
Camat Besitang, Restra Yudha, S.STP yang dikonfirmasi kru Metro Online mengatakan, kini bantuan tersebut sedang dalam proses, dan data rumah rusak berat sudah lengkap. Status validasi data korban banjir sudah ok , ujarnya, seraya meminta agar warga korban banjir bersabar menunggu bantuan turun.(lesman simwmora/mp

