![]() |
| Wali Kota Tebingtinggi H Iman Irdian Saragih mencek keadaan RSUD dr H Kumpulan Pane, Rabu (30/9/2026).(mol/GR) |
Penegasan tersebut disampaikan Iman Irdian saat menghadiri peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia atau World Contraception Day di Aula RSUD dr H Kumpulan Pane, Jalan Pendidikan, Rabu (30/9/2026).
Empat komitmen tersebut mencakup dukungan terhadap program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana), penguatan akses serta kualitas pelayanan kontrasepsi, peningkatan edukasi kepada masyarakat, serta penghapusan stigma negatif terhadap kontrasepsi.
Komitmen pertama, Pemko Tebingtinggi memberikan dukungan penuh terhadap program Bangga Kencana sebagai program prioritas nasional.
Kedua, memperkuat akses dan kualitas pelayanan kontrasepsi di seluruh fasilitas kesehatan, mulai puskesmas hingga rumah sakit di Kota Tebingtinggi.
Ketiga, Iman menginstruksikan jajaran Dinas PPKB, Dinas Kesehatan, camat, lurah dan Penyuluh KB (PLKB) untuk terus menggencarkan edukasi kepada remaja, calon pengantin dan Pasangan Usia Subur (PUS).
Keempat, mengajak tokoh agama, tokoh masyarakat dan kader untuk bersama-sama menghilangkan stigma negatif masyarakat terhadap kontrasepsi.
"Mari kita sampaikan bahwa ber-KB itu adalah ikhtiar untuk menjaga kesehatan ibu dan masa depan anak," ujar Iman Irdian.
Menurutnya, perencanaan keluarga merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan ibu sekaligus mempersiapkan generasi yang lebih berkualitas.
"Jadikan momentum Hari Kontrasepsi Sedunia ini sebagai pengingat bahwa satu ibu yang selamat berarti satu keluarga yang utuh. Satu kehamilan yang direncanakan berarti satu generasi yang lebih berkualitas," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas PPKB Kota Tebingtinggi Dedi Parulian Siagian, mengatakan peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia yang diperingati setiap 26 September menjadi momentum meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keluarga dan kesehatan reproduksi.
Momentum tersebut dirangkai dengan pelayanan KB gratis secara serentak mulai 7 September hingga 7 Oktober 2026.
Pelayanan yang diberikan meliputi Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), yakni IUD, implan, Medis Operasi Pria (MOP) dan Medis Operasi Wanita (MOW). Selain itu, tersedia metode kontrasepsi jangka pendek berupa pil, suntik dan kondom.
Dedi menyebutkan, capaian peserta KB baru telah mencapai 478 orang dari target 181 orang atau 264,09 persen.
Untuk peserta KB MKJP, dari target 124 orang telah tercapai 118 orang atau 95,16 persen. Sedangkan peserta KB pasca persalinan mencapai 204 orang dari target 202 orang atau 100,99 persen.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan biaya transportasi secara simbolis kepada akseptor KB, foto bersama serta peninjauan pelayanan kontrasepsi implan oleh Wali Kota bersama jajaran OPD.
Turut hadir Direktur RSUD dr. H. Kumpulan Pane drg. Lili Marliana, para camat atau perwakilan, Kabag Prokopim Setdako Faisal Ahmad, serta para tamu undangan.(HR/HR)

