-->

Tok, DPR Setuju Komjen Suyudi Jadi Kapolri, "Saya Siap Dinilai Dari Hasil, Bukan Dari Janji"

Sebarkan:

Komjen Pol Suyudi Ario Seto disetujui DPR menjadi Kapolri baru menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dalam fit and proper test yang digelar di Kompleks Parlemen Senayan. (mol/dok).

JAKARTA | Babak baru Polri dimulai. Komisi III DPR RI secara aklamasi menyetujui Komjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri baru menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dalam fit and proper test yang digelar di Kompleks Parlemen Senayan, Kamis (1/10/2026).

Calon tunggal yang diajukan Presiden Prabowo Subianto melalui Surpres Nomor R57/Surpres/09/2026 tertanggal 30 September 2026 itu langsung mencuri perhatian dengan satu kalimat pamungkas yang viral di TikTok.

"Saya siap dinilai dari hasil bukan dari janji," ujar Suyudi di hadapan Komisi III DPR. Kalimat itu menjadi sinyal kuat arah perubahan Polri ke depan.

Dari Pemberantas Narkoba Jadi Reformator Polri

Suyudi bukan nama baru. Lulusan Akpol 1994 ini kenyang pengalaman yakni Wakapolda Metro Jaya, Kapolda Banten, dan terakhir Kepala BNN RI sejak 25 Agustus 2025. Di BNN, ia dikenal dengan pendekatan humanis dan rehabilitatif, bukan sekadar represif.

Dalam paparannya, Suyudi berjanji membawa Polri yang lebih humanis dan modern, dengan 3 fokus utama perubahan:

1. Hapus Budaya "No Viral No Justice"

Suyudi berjanji memastikan semua laporan masyarakat diterima dan ditangani, tanpa harus menunggu viral dulu di media sosial. Semua laporan harus punya kepastian hukum.

2. Polisi Humanis yang Dicintai Anak-anak

Ia ingin mengubah citra polisi dari sosok yang ditakuti menjadi sosok yang membuat anak-anak merasa aman ketika melihat seragam coklat. Polisi yang melindungi, bukan menakuti.

3. Perang Total Terhadap Kejahatan Transnasional

Prioritas utamanya: pemberantasan judi online, narkoba jaringan internasional, dan kejahatan siber yang meresahkan masyarakat.

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menyebut seluruh fraksi sepakat tanpa penolakan. "Apakah secara aklamasi disetujui? Setuju," jawab peserta rapat kompak.

Keputusan Komisi III ini selanjutnya dibawa ke Rapat Paripurna DPR RI pada hari yang sama untuk disahkan, sebelum dilantik Presiden Prabowo di Istana Negara.

Bagi masyarakat, pergantian ini bukan sekadar ganti seragam pucuk pimpinan. Ini momentum yang ditunggu untuk mewujudkan Polri yang lebih transparan, berkeadilan, dan benar-benar hadir untuk rakyat.

Janji sudah diucapkan. Kini publik menunggu hasilnya. (RE Maha/REM)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini