-->

Diduga Aktivitas Pengoplosan Pupuk di Tebingtinggi Jadi Perhatian

Sebarkan:
Tumpukan goni yang diduga pupuk oplosan, Sabtu (12/9/2026).(mol/GR).
TEBINGTINGGI | Sebuah rumah diduga dijadikan tempat aktivitas pengoplosan pupuk bebas beraktivitas di Jalan Karya Jaya, Gang Bambu, Kelurahan Karya Jaya, Kecamatan Rambutan, Kota Tebingtinggi.Informasi tersebut menarik perhatian beberapa awak media untuk melakukan investigasi, Sabtu (12/9/2026).

Saat di lokasi terpantau puluhan karung berwarna hijau merk NPK Granular Nagamas  13 - 6 - 27  tersusun baris berisikan pupuk butiran merah sengaja dibuka.

Kemudian ada dua orang pria yang belum diketahui indetitasnya, datang menghampiri awak media, mengatakan kalau usaha yang serupa dengannya juga ada disana. 

"Kenapa saya saja yang didatangi, padahal disini ada tiga yang main seperti ini," ungkapnya tanpa menjelaskan siapa nama pemilik usaha tersebut. 

Diduga, aktivitas yang dilakukan di rumah tersebut, mengoplos atau mencampurkan pupuk buatan mereka yang tidak diketahui unsurnya ke pupuk asli yang diproduksi dari pabrik. kemudian setelah dicampurkan karung dijahit rapi kembali dengan merk NPK tersebut.

Kegiatan yang dilakukan pengusaha tersebut, diduga sengaja untuk melakukan kecurangan kepada masyarakat ataupun petani agar meraup keuntungan yang besar. 

Menanggapi hal ini, Kanit Tipidter Polres Tebingtinggi Ipda Nj Silalahi saat dikonfirmasi, mengatakan terima kasih atas informasinya dan akan menindaklanjuti informasi tersebut. 

"Kami akan segera menindaklanjuti informasi ini", ungkapnya. 

Sementara itu, Ibu Kamiyem Kepala Lingkungan lll, mengatakan, belum mengetahui adanya aktivitas dugaan pengoplosan pupuk di lingkungannya. namun setelah diberikan informasi ini, Ia mengatakan akan mencek dan memastikan dugaan tersebut. 

" Saya belum tau pak. tapi saya akan mencek informasi ini pak. Sampai saat ini belum ada masyarakat yang melapor pak,"ungkapnya.

Hingga saat ini, identitas pengusaha diduga ilegal tersebut belum diketahui dan masih tetap dalam sorotan awak media.(HR/HR)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini