Komitmen tersebut disampaikan Iman Irdian usai menghadiri Rapat Koordinasi Teknis dan Advokasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Regional Sumatera di Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026, yang digelar Pemprov Sumut bersama Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) di Hotel Grand Mercure Medan, Kamis (27/8/2026).
Dalam kegiatan itu, Wali Kota Tebingtinggi didampingi Sekretaris Daerah Erwin Suheri Damanik, Kepala Dinas Kesehatan dr Fitri Sari Saragih, Plt Kepala Bappeda Muhammad Hamdani, serta Kabag Prokopim Faisal Ahmad.
Rakor yang digelar secara hybrid tersebut diikuti kepala daerah, Bappeda, Bapperida, Dinas Kesehatan, Dinas PMD, dan Disdukcapil se-Wilayah Sumatera.
Pembahasan difokuskan pada penguatan konvergensi intervensi bagi kelompok sasaran prioritas, mulai remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui hingga balita usia 0-59 bulan.
Selain itu, forum membahas integrasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi sasaran 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui dan balita non-PAUD. Pembahasan juga mencakup advokasi kebijakan insentif fiskal 2026 serta penyusunan rencana tindak lanjut yang konkret dan terukur.
Wakil Gubernur Sumatera Utara H Surya BSc. menegaskan, percepatan penurunan stunting membutuhkan kolaborasi lintas sektor secara konsisten.
Menurutnya, persoalan stunting tidak dapat ditangani satu sektor saja, tetapi membutuhkan keterlibatan pemerintah pusat dan daerah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat hingga keluarga.
Sementara itu, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Peningkatan Kesejahteraan dan Pembangunan SDM Setwapres Eddy Cahyono Sugiharto menyampaikan prevalensi stunting nasional telah turun dari 30,8 persen menjadi 19,8 persen.
Namun, berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Sumatera Utara masih berada pada angka 22 persen atau lebih tinggi dibandingkan angka nasional.
Menanggapi kondisi tersebut, Wali Kota Iman Irdian Saragih memastikan Pemko Tebingtinggi terus memperkuat berbagai langkah penanganan terhadap anak-anak yang berisiko stunting.
“Mohon doanya agar anak-anak yang berisiko stunting dapat tertangani dan menurun. Pemerintah Kota Tebingtinggi terus semangat melakukan penanganan anak-anak yang berisiko stunting. Mudah-mudahan tahun ini angka stunting menurun, dan target kita adalah zero stunting,” ujar Iman Irdian.
Menurutnya, keikutsertaan Pemko Tebingtinggi dalam rakor regional tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor.
Strategi dan kebijakan yang dibahas diharapkan mampu meningkatkan kualitas intervensi serta memastikan program pencegahan stunting menyentuh kelompok sasaran secara tepat.
Pemko Tebingtinggi juga terus mendorong kolaborasi antara perangkat daerah, tenaga kesehatan, keluarga, masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya agar upaya penurunan stunting berjalan konsisten dan memberikan dampak nyata terhadap kualitas sumber daya manusia.
Sebagai penutup, kegiatan tersebut dirangkai dengan penandatanganan komitmen Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Regional Sumatera secara luring dan daring.
Penandatanganan itu menjadi bentuk kesepakatan bersama untuk memperkuat komitmen serta pelaksanaan program penanganan stunting di seluruh wilayah Regional Sumatera.(HR/HR).

