-->

Oknum Guru UPTD SMP Negeri di Toba Diduga Memukul Empat Pelajar, Orang Tua Minta Tindakan Tegas

Sebarkan:

Gambar ilustrasi

TOBA
| Seorang oknum guru Bimbingan dan Konseling (BK) di salah satu UPTD SMP Negeri di Kecamatan Siantar Narumonda, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap empat orang siswa.

Peristiwa tersebut diduga terjadi di lingkungan sekolah pada Rabu (12/8/2026), setelah keempat siswa mengikuti perlombaan antarsiswa dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Informasi yang dihimpun, saat mengikuti perlombaan di halaman sekolah, keempat siswa tersebut bercanda dan tertawa bersama teman-temannya. Diduga karena merasa menjadi bahan tertawaan, oknum guru berinisial AS, 43, kemudian memanggil keempat siswa tersebut ke ruang guru.

Di ruangan tersebut, AS diduga melakukan pemukulan terhadap keempat siswa. Peristiwa itu kemudian disampaikan oleh salah seorang perwakilan orang tua siswa kepada media melalui sambungan telepon seluler. 

Perwakilan orang tua siswa, RM, mengatakan pihaknya telah melaporkan dugaan tindakan tersebut kepada Pemerintah Kecamatan Siantar Narumonda melalui Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Risma Sitorus.
RM berharap pihak Kecamatan, Dinas Pendidikan, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), serta Pemerintah Kabupaten Toba dapat mengambil langkah tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami meminta agar oknum guru ini dipindahkan dari sekolah. Kami bukan ingin menghukum, tetapi kami berharap ada efek jera sehingga kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” kata RM. 

Sehari setelah laporan disampaikan, Camat Siantar Narumonda D Jefri Marpaung disebut telah memfasilitasi pertemuan mediasi antara pihak sekolah dan orang tua siswa.

Namun, menurut keterangan orang tua siswa, proses mediasi tersebut belum terlaksana karena pihak sekolah tidak kunjung hadir. Setelah menunggu hampir dua jam, pihak Kecamatan dan sejumlah orang tua siswa akhirnya meninggalkan lokasi.

Salah seorang orang tua siswa, AM, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Siantar Narumonda yang telah berupaya memfasilitasi pertemuan tersebut.
Namun, AM mengaku kecewa karena dugaan tindakan kekerasan terhadap siswa disebut bukan kali pertama terjadi.

“Saya pribadi meminta kepada pihak kepegawaian Kabupaten Toba agar mempertimbangkan untuk memindahkan oknum guru ini dari sekolah anak kami. Guru seharusnya mengajar, mendidik, dan membimbing siswa,” tegas AM.

Senada dengan itu, PS juga mengaku kecewa atas dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan oknum guru tersebut. Ia menilai perilaku seorang pendidik seharusnya menjadi teladan bagi siswa.

“Kami meminta pihak sekolah, Dinas Pendidikan, dan instansi kepegawaian di Kabupaten Toba agar menindaklanjuti dugaan tindakan tersebut sesuai aturan yang berlaku. Kami juga melihat jumlah siswa yang masuk ke sekolah ini dari tahun ke tahun semakin berkurang,” ujar PS.

Sementara itu, RS berharap kejadian serupa tidak kembali dialami siswa di sekolah tersebut. Menurutnya, orang tua menyerahkan anak kepada sekolah dengan harapan mendapatkan pendidikan, pembinaan, dan bimbingan yang baik.

“Kami tidak menyangka terjadi kejadian seperti ini. Mudah-mudahan anak-anak kami di sekolah tidak lagi mengalami tindakan pemukulan atau kekerasan,” kata RS.

Orang tua siswa juga menyebut bahwa oknum guru tersebut sebelumnya pernah dipanggil oleh Dinas Pendidikan untuk dimintai pertanggungjawaban terkait dugaan tindakan terhadap siswa. Oknum guru tersebut disebut telah menjalani pembinaan selama kurang lebih satu minggu.

Atas kejadian terbaru ini, para orang tua berharap Dinas Pendidikan dan instansi terkait segera melakukan pemeriksaan secara objektif serta mengambil keputusan sesuai peraturan kepegawaian dan ketentuan perlindungan anak yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak sekolah maupun oknum guru yang disebut dalam laporan tersebut terkait dugaan pemukulan terhadap empat siswa. Konfirmasi dari pihak terkait tetap diperlukan untuk memberikan ruang klarifikasi dan memastikan informasi mengenai peristiwa tersebut secara berimbang. (umri) 
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini