Tampilan memukau, Korps Marching Band kedua sekolah lanjutan terpavorit di Dobana dan sekitarnya ini digelar pagi saat memasuki lokasi upacara dan seusainya, di Lapangan Dobana, Jalan Merdeka, Kelurahan Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Penampilan Korps Marching Band kedua sekolah tertua di Kelurahan Serbelawan menambah suasana perayaan Kemerdekaan yang mengusung tema "Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, makin semarak dan meriah dalam gemuruh musik dan gerakan koreografi seragam dipimpin masing-masing Field Commander (gitapati) dan Mayoret.
Korps Marching Band SMP Negeri I Dolok Batu Nanggar
Kepala Sekolah SMP Negeri I Dolok Batu Nanggar, Mairelly Brayani Sianturi SPd MPd mengungkapkan, Marching Band di sekolah yang dipimpimnya mulai terbentuk pada Maret 2026, dibawah binaan, Nurhayati SPd.
Luar biasa, meski masih hitungan bulan, Korps Marching Band SMP Negeri I Dobana dengan formasi 65 personel dilatih oleh Agung Syawalluddin, Rivai Nasution dan Wulan Suci Ramadhani, berhasil tampil memukau menyuguhkan dua lagu, 'Serma Dengan-Dengan' serta 'Jangan Tunggu Lama-Lama'.
Mairelly menyebut peralatan Marching Band berupa, mellopone, tuba, trombone, Bariton, trompet dan lainnya merupakan bantuan dari Bupati Simalungun, Anton Ahmad Saragih SE MM melalui Kadis Pendidikan Frits Ueki Damanik SE MSi.
"Kami mengucapkan ribuan terimakasih kepada Bupati Simalungun serta Kadis Pendidikan atas atensi menyumbangkan peralatan marching band," ujar Mairelly Brayani Sianturi.
Maerelly berharap, dengan kehadiran perlengkapan Marching Band dapat mendukung pengembangan bakat para pelajar dan meningkatkan program ekstrakurikuler di sekolahnya.
Korps Marching Band SMA Negeri I Dolok Batu Nanggar
Dalam misi yang sama, untuk memeriahkan perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81 se-Kabupaten Simalungun di Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Marching Band SMA Negeri I Dolok Batu Nanggar turut tampil dengan formasi 70 personel termasuk penari.
Penampilan Korps Marching Band yang dilatih Mhd Al Buchori Nasution SPd hadir mengusung konsep perjuangan merebut Kemerdekaan di Pulau Jawa dengan suguhan lagu 'Java War' dan 'Perahu layar'
Mhd Al Buchori Nasution menjelaskan terkait Marching Band yang dilatihnya berawal dari kelompok drum band, namun sejak 2009, seiring peningkatan mutu pendidikan dan kebutuhan program ekstrakutikuler kelompok ini meningkat menjadi Marching Band.
Sementara Kepala Sekolah SMA Negeri I Dolok Batu Nanggar, Warkum SPd MSi membenarkan, Marching Band di sekolah yang dipimpinnya telah lama aktif yang diawali sebagai kelmpok drum band tanpa alat musik tiup dan lainnya.
Meski belum semoderen saat ini, kelompok drum band yang dulu masih dalam penamaan SMA Negeri Serbelawan yang kini dipimpinnya selalu berpartisipasi memeriahkan peringatan-peringatan atau upacara hari Nasional di wilayah Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun.
Hal yang sama dengan Mairelly Brayani Sianturi, Warkum berharap, penampilan Marching Band SMA Negeri I Dolok Batu Nanggar dapat terus eksis untuk memotivasi generasi muda khususnya pelajar dalam pengembangan bakat.
"Melalui marching band dalam program ekstrakurikuler di sekolah dapat meningkatkan kedisiplinan, kekompakan serta menumbuhkan cinta tanah air dalam semangat kebangsaan hingga mampu memaknai kemerdekaan lewat kegiatan positif," sebut Warkum.
Diujung penjelasan Warkum mengatakan, dengan program ekstrakurikuler seperti marching band maupun lainnya, diharapkan para pelajar dapat fokus menempah kepribadian yang mumpuni sehingga terhindar dari efek buruk pergaulan bebas, bahaya narkotika, tawuran, bullying, geng motor dan lainnya (bay/bay)

