-->

2.788 Pohon Terdampak BRT Mebidang, 61.170 Pohon Pengganti Ditanam di Medan

Sebarkan:

Kepala DLH Kota Medan Melvi Marlabayana dan jajaran saat memaparkan Sosialisasi Pembangunan BRT. (mol/nfo) 
MEDAN | Sebanyak 2.788 pohon di Kota Medan terdampak pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) Medan, Binjai, Deliserdang (Mebidang). Sebagai penggantinya, sebanyak 61.170 batang pohon ditanam di 341 titik yang tersebar di 21 kecamatan di Kota Medan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan Melvi Marlabayana menyampaikan hal itu dalam Sosialisasi Pembangunan BRT di Ruang Rapat III Kantor Wali Kota Medan, Selasa (11/8/2026). Kegiatan dipimpin Wali Kota Medan Rico Waas yang diwakili Asisten Administrasi Umum Setda Kota Medan Laksamana Putra Siregar dan dihadiri sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait.

Melvi mengatakan, hingga Senin (10/8/2026), sebanyak 14.377 pohon pengganti telah ditanam. Penanaman masih berlangsung di sejumlah lokasi yang menjadi bagian dari pembangunan BRT di Kota Medan.

“Seluruh pohon pengganti ditanam pada 341 titik lokasi yang tersebar di 21 kecamatan di Kota Medan,” ujar Melvi.

Ia menjelaskan, penanaman dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah Kota Medan. Di wilayah utara dan barat, penanaman mencakup Kecamatan Medan Belawan sebanyak 3.049 pohon, Medan Labuhan 10.140 pohon, Medan Marelan 1.438 pohon, Medan Deli 2.996 pohon, Medan Sunggal 719 pohon, serta Medan Helvetia sebanyak 2.473 pohon.

Penanaman kemudian berlanjut ke wilayah selatan dan sekitarnya. Kecamatan Medan Selayang mendapat alokasi 5.633 pohon, sedangkan Medan Tuntungan menjadi wilayah dengan alokasi terbanyak, yakni 13.712 pohon. Selanjutnya, Medan Johor sebanyak 2.080 pohon, Medan Amplas 3.734 pohon, Medan Denai 318 pohon, dan Medan Tembung 342 pohon.

Untuk wilayah timur dan pusat kota, penanaman pohon pengganti mencakup Kecamatan Medan Timur sebanyak 1.297 pohon, Medan Perjuangan 94 pohon, Medan Barat 726 pohon, dan Medan Petisah sebanyak 356 pohon.

Sementara di wilayah pusat dan sekitarnya, penanaman dilakukan di Kecamatan Medan Baru sebanyak 2.248 pohon, Medan Polonia 3.574 pohon, Medan Kota 231 pohon, Medan Area 130 pohon, serta Medan Maimun sebanyak 4.710 pohon.

Melvi menargetkan seluruh penanaman pohon pengganti selesai pada akhir Oktober 2026. Target tersebut tetap memperhitungkan kondisi cuaca dan ketersediaan sarana pendukung di lapangan.

“Ditargetkan, jika tidak ada kendala terkait cuaca dan sarana pendukung, kegiatan penanaman pohon pengganti selesai pada akhir Oktober 2026,” jelasnya.

Melvi menegaskan, penanaman pohon pengganti sejak awal menjadi tanggung jawab kontraktor pembangunan BRT. Kewajiban tersebut tidak berhenti setelah pohon ditanam, karena kontraktor juga harus memastikan pohon yang telah ditanam tetap terpelihara.

“Kontraktor diwajibkan melakukan pemeliharaan terhadap pohon yang telah ditanam selama satu tahun setelah proses penanaman,” katanya.

Terkait izin penebangan, Melvi menjelaskan DLH Kota Medan berpedoman pada Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 72 yang mengatur kewajiban penggantian pohon berdasarkan rasio yang telah ditetapkan.

Sementara itu, retribusi yang dikenakan Pemko Medan berkaitan dengan penggunaan alat berat.

Melvi juga menjelaskan mengenai penanganan batang pohon hasil penebangan. Batang-batang pohon tersebut saat ini disimpan di beberapa tempat, termasuk di Jalan Luku, Kecamatan Medan Johor. 
 
Setelah seluruh proses penebangan selesai, batang pohon tersebut nantinya diusulkan untuk dihapuskan melalui mekanisme pengelolaan barang milik daerah. Sebelum dilakukan pelelangan, terlebih dahulu dilakukan penilaian oleh konsultan appraisal atau Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).

“Pelelangan kita lakukan dengan mengacu pada Permendagri Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah,” ujarnya.
[11/8 18.40] IBRAHIM: *Pemko Medan dan Kodim 0201/Medan Solid Perkuat Sinergi Demi Kesejahteraan Masyarakat*


Pemko Medan terus memperkuat kolaborasi strategis bersama Kodim 0201/Medan guna memacu percepatan pembangunan dan menerjemahkan setiap program pemerintah pusat demi kesejahteraan masyarakat.

Komitmen itu ditegaskan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, bersama Dandim 0201/Medan, Letkol Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo, saat menjadi narasumber dalam program podcast TVRI Sumut, Selasa (11/8/2026).

​Dalam obrolan podcast yang berlangsung santai namun informatif itu, Rico Waas menyampaikan bahwa komunikasi dan koordinasi intensif antara Pemko Medan dengan TNI, Polri serta stakeholder lainnya menjadi kunci utama dalam menyelesaikan berbagai tantangan kota sekaligus menjaga keutuhan bangsa.

Salah satu yang menjadi fokus utama sinergi ini, kata Rico Waas, adalah pembangunan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDMP). Pemko Medan bersama Kodim 0201/Medan tengah memetakan aset lahan daerah yang dapat dimanfaatkan untuk program ini.

"Lokasi KDMP yang saat ini sudah siap beroperasi itu ada di Medan Tuntungan, Denai dan juga Amplas. Khusus di Medan Tuntungan lokasinya sangat strategis karena berdekatan langsung dengan fasilitas Sekolah Rakyat," kata Rico Waas.

Selain itu Wali Kota Medan juga memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi TNI dalam mendukung pembangunan infrastruktur fasilitas publik. Salah satu infrastruktur penting yang telah selesai dibangun ialah jembatan yang menghubungkan antara Kecamatan Medan Polonia dan Medan Maimun.

"Keberadaan jembatan ini sangat penting karena memudahkan mobilitas harian warga, khususnya akses anak-anak menuju sekolah," ujar Rico Waas.

Tak hanya di sektor ekonomi dan infrastruktur saja, sinergitas yang kuat antara Pemko Medan dan Kodim 0201/Medan juga ditunjukkan lewat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Rico Waas mengatakan, Pemko Medan bersama Kodim 0201/Medan berkolaborasi bersama mengawal ketercukupan gizi generasi muda.

"Target di kota Medan itu sebanyak 255 SPPG untuk menjangkau 700.000 anak. Kami brrkomitmen penuh mendukung program ini, dengan fokus menjaga kelancaran suplai pasokan bahan pokok," bilang Rico Waas.

Sementara itu di sektor pendidikan, orang nomor satu di Pemko Medan itu juga mendukung penuh hadirnya Sekolah Rakyat di Kota Medan. Menurutnya, Sekolah Rakyat ini menjadi pintu gerbang bagi masa depan anak bangsa khususnya yang berasal dari keluarga kurang mampu.

"Di Sekolah rakyat anak-anak kita diajarkan kedisiplinan namun tetap menyenangkan bagi para siswa. Berbeda dengan sekolah biasa pada umumnya. Fasilitas yang ada juga cukup lengkap untuk menunjang kualitas pendidikan siswa." Ungkap Rico Waas.

Dandim 0201/Medan Letkol Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo menegaskan, keterlibatan TNI dalam program strategis pemerintah merupakan bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP), sebagaimana yang diamanatkan dalam undang-undang untuk membantu percepatan tugas-tugas negara pada masa damai. 

"Sinergi ini menegaskan bahwa pembangunan kota yang inklusif hanya dapat terwujud melalui kolaborasi dan saling menguatkan antar instansi,"ujarnya. (RobS/RS)


Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini