![]() |
| Penerima manfaat murid SD dan guru, Rabu (15/7/2026).(mol/dok.Humas MBG) |
Tiga dapur yang belum beroperasi tersebut masing-masing SPPG Kota Galuh 1 di Kecamatan Perbaungan, SPPG Firdaus 1, dan SPPG Pergulaan di Kecamatan Sei Rampah. Kondisi itu membuat ribuan penerima manfaat, mulai dari peserta didik hingga kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita), belum kembali menerima makanan bergizi usai libur sekolah.
Kepala SD Negeri 101933 Perbaungan Fatmawati, mengatakan distribusi MBG sebelumnya berjalan rutin. Namun, sejak menjelang libur sekolah hingga kegiatan belajar kembali dimulai, pasokan makanan bergizi ke sekolahnya terhenti.
"Di sekolah kami terdapat 125 siswa dan 12 guru serta tenaga kependidikan yang menjadi penerima manfaat. Anak-anak dan orang tua mulai menanyakan kapan program ini kembali berjalan," ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Kepala SMP Negeri 4 Sei Rampah Khairul Bhakti. Menurutnya, sebanyak 272 penerima manfaat di sekolahnya belum menerima MBG karena dapur SPPG Pergulaan masih belum beroperasi.
Sementara Kepala SD Permata Firdaus Aiga, mengaku banyak siswa dan wali murid mempertanyakan terhentinya distribusi MBG dari SPPG Firdaus 1. Ia berharap penyaluran dapat segera dipulihkan agar para penerima manfaat kembali memperoleh layanan tersebut.
Di sisi lain, Kepala SPPG Kota Galuh 1 E Barus, menjelaskan dapur yang dipimpinnya belum dapat beraktivitas karena dana operasional dari Banper belum masuk. Akibatnya, sekitar 2.380 penerima manfaat belum dapat dilayani.
Hal senada disampaikan Kepala SPPG Firdaus 1 Bima Azri. Ia menyebut dapurnya melayani 2.598 penerima manfaat, terdiri dari 2.098 peserta didik dan 500 penerima kategori ibu hamil, ibu menyusui, serta balita. Seluruh operasional masih menunggu pencairan dana pemerintah.
Sementara itu, Kepala SPPG Pergulaan Fitri Insani Harahap, mengatakan dapur yang dipimpinnya melayani sekitar 3.489 penerima manfaat. Hingga kini, distribusi MBG belum dapat dimulai kembali karena dana operasional belum tersedia.
Koordinator BGN Wilayah Serdangbedagai Nurhasanah Ritonga, membenarkan ketiga SPPG tersebut masih menunggu pencairan dana Banper. Menurutnya, laporan terkait kondisi tersebut telah disampaikan kepada pimpinan BGN dan saat ini masih dalam proses administrasi.
Ia berharap pencairan dana dapat segera diselesaikan sehingga seluruh dapur SPPG kembali beroperasi dan penyaluran Program Makan Bergizi Gratis kepada peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita non-PAUD di Kabupaten Serdang Bedagai dapat kembali berlangsung secara normal.(HR/HR)

