![]() |
| Warga menyaksikan saat tawuran terjadi di Belawan, baru baru ini. (mol/dok). |
MEDAN | Berdasarkan data yang dihimpun dari sejumlah media, diketahui selam tahun 2025 sebanyak lima orang diberitakan meninggal akibat tawuran di Belawan.
Sedangkan untuk tahun 2026 atau hingga Rabu (15/4/2026) masih nihil walau tawuran masih kerap terjadi di sejumlah kawasan di Kecamatan Medan Belawan.
Terakhir, rumah mantan polisi di Kelurahan Sicanang dirampok massa saat tawuran berlangsung dan korban mengaku mengalami kerugian materi sekitar Rp50 juta dengan trauma berat pada anak 11 tahun dan istri diseret dalam keadaan gelap.
Tercatat dari lima korban meninggal akibat tawuran remaja selama tahun 2025, sebanyak empat diantaranya warga Gudang Arang dan satu orang dari Belawan Lama.
Terakhir korban yang meninggal adalah Dimas Prasetyo, 14 tahun. Remaja ini tewas akibat tertembak senapan angin pada dada kanan saat tawuran di perkuburan Jalan TM Makam Pahlawan, Kelurahan Belawan I, Sabtu malam, 19 April 2025.
Sedangkan untuk korban luka ringan dan berat akibat tawuran selama tahun 2015 di Belawan yang tercatat sebanyak empat orang.
Para korban mengalami luka berat dan ringan akibat tawuran antara remaja Lorong Stasiun Kelurahan Belawan I dan Gang 14 Jalan Cimanuk Kelurahan Belawan II terjadi pada 7 September 2025.
Korban yakni Ridho, 20, luka tembak di dada kanan, Frado Silalahi, 18, luka tembak di perut kiri, Indi Nasution, 27, luka di kepala akibat lemparan batu dan Muhamad Abizar Marpaung,7, pelajar SD, luka tembak di dada kanan.
Menurut Azwar Anis, warga Gudang Arang, tawuran di Belawan bukan hal baru dan pelakunya umum kelompok remaja yang terpicu oleh berbagai macam isu.
"Jumlah meninggal dan luka tersebut sebenarnya masih sedikit karena banyak korban yang tidak mau melapor," katanya.
Akibat tawuran itu warga Belawan mengaku frustrasi dan capek serta trauma karena tawuran terus berulang meski sudah banyak korban jiwa dan harta benda ludes.
"Sudah berkali-kali Kapolsek Belawan dan Kapolres Pelabuhan Belawan silih berganti namun yang namanya tawuran tidak pernah berhenti," ujar Marwan, warga Belawan 1.
Warga merasa sudah jenuh karena tawuran jadi "agenda rutin" yang makan korban dari warga biasa, bukan cuma yang tawuran.
"Kami mau aparat lebih tegas dan akar masalahnya diberesin, bukan cuma bubarin tiap kejadian," kata Zawir, warga Belawan Lama.
Polisi dari Polres Pelabuhan Belawan dan Polsek Belawan sudah banyak menangkap pelaku tawuran bersama sejumlah barang bukti.
Bahkan, Kapolsek Belawan AKP Ponijo sering imbau warga jangan mudah terprovokasi dan segera lapor kalau tahu ada potensi tawuran, agar tidak ada tawuran susulan. (RE Maha/REM).

