LANGKAT | Berbagai jenis BBM Langka yang mengakibatkan ribuan kendaraan bermotor terpaksa mengantre di sejumlah SPBU sepanjang jalan menuju Stabat Kabupaten Langkat, Senin (13/7/2026).
Akibatnya, ribuan kendaraan 'mengular' di kawasan salah satu SPBU di Jalinsum Stabat, Langkat diperkirakan mencapai sejauh satu kilometer.
Pantauan langsung Metro Online, berbagai jenis kenderaan mulai dari sepedamotor, mini bus, angkutan umum hingga truk bertonase berat antre di sekitar SPBU Jalinsum Stabat, Kabupaten Langkat.
Terlihat kendaraan mengular di masing-masing di Jalinsum sekitar SPBU seperti yang terjadi di SPBU Simpang Tiga Pangkalan Susu, Pangkalan Brandan, Gebang, Tanjung Pura, Hinai, apalagi salah di salah satu SPBU di Jalinsum Stabat, dan SPBU lainnya.
Parahnya lagi, beberapa pemilik kenderaan yang sudah menunggu hingga satu jam, tapi dia mengaku belum juga dapat giliran untuk mengisi BBM.
"Ia pak, saya sudah satu jam disini, tapi sejauh ini belum juga dapat giliran untuk mengisi BBM jenis Pertalite, ujar pengendara sepedamotor mengaku bernama Rudianto kepada Metro Online, Senin (13/7/2026) sekira pukul 10:00 Wib di lokasi SPBU Simpang Pangkalan Susu.
Sementara harga eceran BBM di tingkat pengecer bervariasi mulai dari harga Rp 15 ribu hingga Rp 18.000 per liter di Kecamatan Pangkalan Susu, itu pun kalau ada, kata dia.
Harga sebesar itu terpaksa dibeli oleh masyarakat agar sepedamotor miliknya bisa dipakai untuk pergi bekerja, juga mengantar anak-anak mereka ke sekolah.
"Jika kondisi BBM langka beberapa hari ke depan, bukan tidak mungkin para pekerja swasta, termasuk ASN dan guru guru terancam tidak dapat masuk kerja," ujar Rudianto.
Terkait kelangkaan berbagai jenis BBM di Langkat, kru Metro Online coba menemui pemilik SPBU di Stabat, Langkat, untuk dikonfirmasi, namun, yang bersangkutan tidak berhasil ditemui, menurut salah seorang pekerja di SPBU tersebut, mengaku majikannya sedang tidak berada di SPBU.(lesman simamora/mp)

