![]() |
| Teks Foto : Dirlantas Polda Sumut, Kombes Pol Achmad Fauzi Dalimunthe saat memberikan keterangan kepada wartawan dilokasi kejadian, Jumat (17/7/2026) (mol/yb) |
MEDAN | Tabir penyebab pasti kecelakaan beruntun yang melibatkan sembilan kendaraan di Jalan Jamin Ginting kilometer 44, Kelurahan Sikeben, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang mulai benderang.
Aparat kepolisian kini telah mengantongi dan menganalisis rekaman Closed-Circuit Television (CCTV) dari salah satu sudut Rumah Makan Garuda yang berada tepat di sekitar lokasi kejadian perkara (TKP).
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Achmad Fauzi Dalimunthe, mengungkapkan detik-detik mengerikan awal mula tabrakan beruntun tersebut berdasarkan petunjuk rekaman kamera pengawas.
"Memang sang sopir membawa truk dengan laju kendaraan cukup tinggi, sehingga semua orang bisa kita lihat berhamburan, dan dentuman keras terjadi," ucap Achmad Fauzi saat ditemui di lokasi kejadian, Jumat (17/7/2026).
Dalam rekaman CCTV tersebut, terlihat jelas truk tronton bermuatan air mineral melaju kencang dari arah Kabupaten Karo menuju Kota Medan.
Setibanya di lokasi kejadian yang kondisi jalurnya landai menurun, sopir truk dikejutkan dengan antrean kendaraan yang sedang terjebak kemacetan panjang di depannya.
Sopir truk tronton sempat berupaya keras menginjak pedal rem untuk memperlambat laju kendaraan raksasa tersebut, namun sistem pengereman tidak berfungsi alias blong.
Melihat truk tronton melesat tak terkendali di jalur menurun, sejumlah pengendara dan warga yang berada di sekitar lokasi sempat berhamburan menyelamatkan diri demi menghindari hantaman.
Nahas, benturan keras pertama tidak terhindarkan. Truk tronton menghantam keras bagian belakang kendaraan di depannya.
Akibat benturan hebat tersebut, truk tronton mengalami pecah ban di bagian roda depan hingga membuat sopir panik, membanting setir ke arah kiri, dan menyebabkan badan truk tronton yang sarat muatan itu langsung terguling melintang di tengah jalan.
Saat posisi truk terguling itulah, beban muatan dan badan kendaraan menyapu serta menghimpit delapan kendaraan lain di depannya secara beruntun.
Fauzi merincikan, dari total sembilan kendaraan yang terlibat kecelakaan (termasuk truk tronton hijau pembawa air mineral), delapan kendaraan di antaranya merupakan kendaraan yang melaju searah menuju Kota Medan. Sementara itu, satu unit kendaraan lainnya merupakan kendaraan dari arah berlawanan yang tengah melaju menuju arah Bandar Baru.
Adapun unit kendaraan yang ringsek parah dihantam badan truk tronton meliputi dua unit truk colt diesel, lima unit mobil pribadi/minibus, serta satu unit sepeda motor.
Guna mempercepat proses normalisasi jalur lintas Medan-Berastagi, pihak kepolisian telah menerjunkan sejumlah mobil derek ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi badan truk tronton serta kendaraan lain yang menghalangi jalan.
Selain fokus pada evakuasi fisik dan korban, Ditlantas Polda Sumut juga menurunkan tim ahli untuk melakukan metode Traffic Accident Analysis (TAA) guna merekonstruksi secara digital kronologi utuh peristiwa kecelakaan maut tersebut demi kepentingan penyelidikan hukum lebih lanjut. ( yosa/ jl )

