-->
crossorigin="anonymous">

Sembilan Bulan Pascabanjir, Cukup Banyak Warga yang Belum Menerima Bantuan Dari Pemerintah

Sebarkan:

 

Ribuan warga pascabanjir bandang akhir tahun 2025 lalu di Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat kembali menggelar aksi unjukrasa menuntut pemerintah segara mencairkan dana bantuan, Senin (27/7/2026). (Foto mol/ Lesman Simamora)

LANGKAT | Memperihatinkan ! Sembilan bulan pascabanjir akhir tahun 2025 lalu, namun sejauh ini masih cukup banyak warga di Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat yang belum juga merima bantuan dari pemerintah, ujar salah seorang korban banjir di Besitang kepada Metro Online, Selasa (28/7/2026).

Meski sudah beberapa kali ribuan korban banjir melakukan aksi unjukrasa ke Kantor Camat Besitang, DPRD dan ke Kantor Bupati Langkat agar pemerintah dapat segera mencairkan dana bantuan, namun sangat disayangkan sampai saat ini belum juga terealisasi, ujar pria berkumis tipis itu, seraya meminta namanya tidak ditulis.

"Sampai sejauh ini, bangunan rumah kami yang hancur diterjang banjir bandang saat itu berikut perabotan rusak, belum juga dapat diperbaiki, dengan demikian keluarga masih menempati rumah yang tidak layak huni," ucapnya.

Apalagi dengan tekanan ekonomi sekarang ini membuat warga seperti dirinya semakin sulit mengumpulkan uang. "Jangankan untuk membangun rumah kembali, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari pun sudah susah," ujarnya dengan nada sedih.

"Mungkin bagi pejabat atau orang kaya, uang bantuan sebesar yang akan kami terima itu tidak seberapa nilainya, tapi bagi kami orang miskin, itu sangat berharga". Karenanya, kami sangat mengharapkan dana bantuan itu dapat segera dicairkan pemerintah," ujarnya penuh harap.
‎Karena belum ada kepastian kapan dapat bantuan, maka warga sepakat akan melakukan blokir jalan lintas Sumatera, namun dapat diantisipasi pihak aparat Polres Langkat di bantu pihak Satpol PP, Danramil dan Polsek Besitang.

Rencana ribuan warga korban banjir memblokir Jalinsum seakan-akan menunjukkan kekesalan mereka terhadap pemerintah yang dinilai lamban mencairkan dana bantuan. "Cukup lama menantikan cairnya dana bantuan, warga terpaksa melakukan aksi demo besar besaran hingga menggeruduk Kantor Bupati Langkat belum lama ini dengan harapan realisasi bantuan segera cair.
‎Aksi unjuksara yang digelar, Senin (27/7/2026) di lapangan bola eks RGM di Besitang itu dapat di redam, dan berjalan dengan aksi damai, karena pihak Pemkab Langkat melalui Plt Bupati Langkat dan jajarannya langsung menemui pengunjuk rasa, di lapangan bola eks PT RGM Besitang.
‎Pertemuan antara pihak pengunjuk rasa dengan Plt Bupati Langkat, Tiorita Surbakti di dampingi Sekretaris Daerah, H Amril Nasution, Kapolres Langkat, Ketua DPRD Langkat dan sejumlah perangkat daerah , Camat Besitang Restra Yudha, tidak membuahkan hasil seperti yang diharapkan masyarakat.
‎Pada kesempatan itu, Sekretaris Daerah (Sekda), Amril memberikan beberapa item aktivitas dan visi dan misi arti kedatangan Pemerintah daerah Kabupaten Langkat. 
‎Pertemuan tersebut di barengi aktivitas zoom meting dengan Kemensos dan Kemendagri. Dari Hasil komunikasi dalam zoom meting memaparkan untuk mendapatkan bantuan stimulan dan jatah hidup (Jadup), semua harus berproses.
‎Namun warga tidak dapat menerima pernyataan tersebut karena tetap di janjikan. Akhirnya warga dengan tertib membubarkan diri, dan kembali ke kediaman masing-masing.(lesman simamora/mp)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini