-->
crossorigin="anonymous">

Revitalisasi SDN 050745 Pangkalan Berandan Senilai 920.668.355 Disinyalir Asal Jadi

Sebarkan:

 


Kondisi pemasangan rangka baja ringan yang bercampur dengan Broti kayu lama (Poto:mol/mp)

LANGKAT | Program Revitalisasi Pemerintah Pusat bertujuan untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan melakukan proses belajar mengajar termasuk keamanan dari banjir akibat tingginya curah hujan, sehingga menggelontorkan dan untuk rehabilitasi ruang belajar ratusan juta hingga  miliaran rupiah setiap sekolah di Kabupaten Langkat.

Ironisnya, dana revitalisasi tersebut disinyalir tidak dikelola dengan baik dan benar, namun fakta dilapangan berbanding terbalik dari apa yang ditetapkan Pemerintah, ucap Surya warga Pangkalan Berandan Senin (26)7/2026).

Pasalnya kata Surya, rehabilitasi ruang kelas di SDN 050745 Pangkalan Berandan menggunakan kusen jendela lama meski telah keropos dimakan usia, kusen lama tersebut diketam sehingga terlihat seperti kusen yang baru dibeli dari panglong.

"Kusen bongkaran yang telah keropos tersebut disulap agar kelihatan baru, dan diduga kusen keropos tersebut akan didempul dan di cat agar dapat mengkelabui Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) saat melakukan pemeriksaan nantinya" sebut Surya.

Tidak hanya kusen jendela saja yang disulap, rangka bajaringan juga disulap dengan cara memakai kuda-kuda lama untuk pengikat ring seng, artinya kuda-kuda lama Broti, dan ring seng nya adalah bajaringan, hal seperti ini sangat tidak masuk akal, ucap Surya.

Dia meminta agar Aparat Penegak Hukum (APH) sudah saat nya melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Sekolah SDN 050745 Pangkalan Berandan yang menerima gelontoran dana revitalisasi sebesar 920.668.355 rupiah, yang diduga dikelola tidak tepat sasaran.

Selain itu, meski Kementerian Pendidikan dasar dan menengah telah menerapkan agar program revitalisasi tersebut dikelola secara swakelola, namun kepala sekolah lebih memilih memborongkan kepada rekanan atau kontraktor dari luar kecamatan Babalan, jelas Surya 

Kondisi kusen jendela lama yang disulap dan dipasang kembali meski telah keropos (Poto:mol/mp)

Surya menduga dengan adanya dana revitalisasi yang digelontorkan ke 197 SDN dan swasta muali dari ratusan juta rupiah hingga miliaran rupiah mengakibatkan banyak kepala sekolah yang mengelola dana dengan curang untuk kepentingan pribadi dan golongan.

Sebelumnya metro online telah melakukan konfirmasi terhadap Kepala Bidang (Kabid) SD Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Langkat Muhammad Fajar Kurniawan mengatakan"mengenai dana revitalisasi sampai pengerjaan proyeknya tidak ada sangkutpaut apapun terhadap dirinya, itu semua kordinasi antar kepala sekolah dengan pihak Fasilitator.

Jeli Situmorang yang merupakan sebagai pengawas proyek revitalisasi di SDN 050745 Pangkalan Berandan yang ditunjuk oleh kementeriank mengatakan, kalau pemasangan kusen jendela lama dan keropos dan pemasangan bajaringan bercampur dengan kayu Broti lama tersebut tidak menjadi masalah.

"Itu semua dikarenakan kenaikan dolar secara mendadak sehingga pagi anggaran yang telah dianggarkan mengalami kekurangan.

Lebih lanjut dikatakan Jeli Situmorang, rencana anggaran biaya untuk rehabilitasi tersebut dibuat dibulan februari 2025 dengan harga kabupaten, dan tiba-tiba naik dolar sangat tinggi mengakibatkan harga material naik sehingga di MC nol kan lah itu, ucap Jeli Situmorang.

Kepala SDN 050745 Ros Nilawati telah berkali-kali metro online beroluoaya untuk wawancara namun Ros Nilawati tidak berada diruang kerjanya, metro online juga telah melakukan konfirmasi melalui handphone dengan nomor 081396350427 panggilan berdering namun tidak diangkat, selanjutnya metro online melakukan konfirmasi melalui pesan wattshapp, sampai berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi dari Ros Nilawati.(mp/mp)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini