Kondisi pemasangan rangka baja ringan dicampur dengan Broti kayu lama di SDN 050754 Desa Teluk Meku Kecamatan Babalan (Poto : mol/mp)
LANGKAT | SDN 053995 Teluk Meku dan SDN 050754 Teluk Meku Kecamatan Babalan Kabupaten Langkat diborongkan kepada suami Anisah yang merupakan kepala sekolah, demikian dikatakan sumber metro online Jumat (24/7/2026).
SDN 053995 Teluk Meku menerima bantuan dana revitalisasi sebesar 300 juta rupiah lebih untuk rehabilitasi kamar mandi dan pemasangan pavingblok halaman sekolah serta peninggian pagar sekolah bagian samping kanan.
Biaya untuk rehabilitasi kamar mandi dan pemasangan pavingblok serta penambahan pagar sekolah sangat tidak sesuai dengan besaran pagi anggaran revitalisasi yang diterima oleh kepala sekolah.
Selain itu kata sumber metro online yang juga merupakan orang dalam, dia sangat merasa heran melihat pengelolaan dana revitalisasi yang seharusnya dikerjakan secara swakelola, fakta dilapangan sangat berbanding terbalik.
"Kok bisa suami kepala sekolah menjadi pemborong" sebut sumber dengan heran.
Tidak hanya itu, suami dari Asniah berinisial Jaki juga disebut-sebut sebagai pemborong atau rekanan di SDN 050754 Teluk Meku Kecamatan Babalan, yang artinya suami kepala sekolah tersebut mendapat borongan dari dua sekolah sekaligus, ucap sumber.
SDN 059754 Desa Teluk Meku Kecamatan Babalan menerima bantuan dana revitalisasi sebesar 610.897.041 rupiah, dana tersebut diperuntukan rehabilitasi ruang kelas belajar, namun pengerjaan nya sangatlah tidak sesuai spek yang telah ditentukan pihak Kementerian, pasalnya terlihat jelas pemasangan rangka baja bercampur dengan bahan kayu lama, artinya kuda-kuda menggunakan kayu lama, dan Reng seng nya menggunakan rangka baja.
Terlihat kepala sekolah bersama suami nya (Pemborong) saat dampingi tim pengawas dari kementerian melakukan pengukuran pavingblok yang telah terpasang (Poto : mol/mp)
"Apakah ada petunjuk dari kementerian seperti itu"tanya sumber heran.
Sumber meminta agar tim pemeriksa dari kementerian membuka kembali plafound atau lembaran seng yang telah terpasang, maka terlihatlah tipuan pengerjaan rangka baja tersebut, ucap sumber.
Selain itu, sumber juga meminta agar Aparat Penegak Hukum (APH) melakukan pemeriksaan terhadap kepala sekolah sebagai pengelola anggaran dana revitalisasi yang diduga memorongkan kepada rekanan atau kontraktor.
Terpisah, Kepala sekolah SDN 053995 Teluk Meku Anisah saat dikonfirmasi mengatakan "pening setiap hari menghadapi wartawan" ucap Anisah singkat.
Jaki yang disebut-sebut sebagai pemborong saat mendampingi pengawas dari kementerian mengatakan "saya juga wartawan, sama-sama kita di media, kalau mau tayangkan aja berita nya, ucap jaki.
Dihari yang sama, Kepala SDN 060754 Desa Teluk Meku Lindawati tidak berada di sekolah, dicoba konfirmasi melalui sambungan telepone, handpone aktif namun tidak dijawab, sampai berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi dari Lindawati.
Kepala Bidang (Kabid) SD Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Langkat Muhammad Fajar Kurniawan dikonfirmasi melalui sambungan telepone mengatakan "mengenai bisa atau tidaknya pemasangan bajaringan dicampur dengan Broti kayu bongkaran, Dinas tidak ada terlibat mengenai dana revitalisasi, itu urusan antara kepala sekolah dengan fasilitator kementerian, terang Fajar.(mp/mp)


