-->
crossorigin="anonymous">

Posek Balige Tangani Penemuan Jenazah Remaja di Tepi Danau Toba, Ternyata Ini Pengakuan Keluarga

Sebarkan:

 

Personel Polsek Balige evakuasi jenazah seorang remaja yang ditemukan telah meninggal dunia di tepi Danau Toba Kelurahan Sangkar Nihuta, Balige, Minggu (26/7/2026). (Mol/os) 

TOBA
| Personel Polsek Balige bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah seorang remaja laki-laki yang ditemukan mengapung di tepi Pantai Danau Toba, Jalan Pemandian, Kelurahan Sangkar Nihuta, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, tepatnya di depan Cafe Resto Tepi Danau Bistro, Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Korban diketahui bernama Levran Monang Sitanggang,18, seorang pelajar yang berdomisili di Jalan C Simanjuntak, Onan Raja, Kelurahan Balige III, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba.

Kapolres Toba AKBP Vinsensius Jimmy Parapaga SIK melalui Kapolsek Balige AKP Libertius Siahaan membenarkan adanya penemuan jenazah tersebut.

Menurut AKP Libertius, penemuan jenazah pertama kali dilaporkan oleh seorang warga berinisial JFT,13, warga Soposurung, Desa Hinalang Bagasan, Kecamatan Balige. Saat itu, sekitar pukul 09.30 WIB, JFT bersama dua rekannya, MRH, 17, dan BDS, hendak berenang di lokasi tersebut.

"Sesampainya di lokasi, JFT melihat tubuh seorang laki-laki mengapung di dekat dermaga dalam posisi tegak menghadap dermaga. Karena tidak mengenali identitas korban, ia segera memberitahukan warga sekitar dan melaporkan kejadian itu kepada Polsek Balige," terang AKP Libertius. 

Salah seorang warga, Maradong Napitupulu,40, mengatakan korban memang kerap berenang seorang diri di lokasi tersebut. Menurutnya, saat berenang korban sering berteriak-teriak dan jarang ditemani oleh orang lain.

Sementara itu, ibu korban, Osta boru Manurung, menjelaskan bahwa putranya meninggalkan rumah pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 04.45 WIB dengan alasan hendak berolahraga pagi. Korban diketahui memiliki kebiasaan berenang di sejumlah lokasi di kawasan Danau Toba, di antaranya depan Cafe Resto Tepi Danau Bistro, Venue Balige, dan Pantai Lumban Bulbul.

Pada Sabtu malam sekitar pukul 19.00 WIB, setelah korban tak kunjung pulang, pihak keluarga melakukan pencarian di sekitar lokasi biasa korban berenang. Dalam pencarian tersebut, keluarga menemukan sepasang sepatu, sebuah jaket, dan satu unit telepon genggam milik korban di tepi pantai. Namun hingga keesokan harinya korban belum berhasil ditemukan. Keluarga juga tidak melaporkan kehilangan tersebut kepada pihak kepolisian.

Osta juga mengungkapkan bahwa sejak tahun 2022 korban menjalani perawatan karena mengalami gangguan depresi dan rutin berkonsultasi dengan dokter psikiater di RSUD Porsea. Akibat kondisi tersebut, korban juga tidak dapat menyelesaikan pendidikannya di salah satu SMA Negeri di Balige.

Setelah menerima laporan masyarakat, personel Polsek Balige segera menuju lokasi untuk melakukan olah TKP, mengevakuasi jenazah, serta menghubungi pihak keluarga. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Porsea guna menjalani pemeriksaan luar.

Selain itu, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu celana trening berwarna biru bertuliskan salah satu SMP Negeri di Balige dan satu celana dalam berwarna hitam yang diduga milik korban.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter di RSUD Porsea, korban dinyatakan meninggal dunia akibat tenggelam yang menyebabkan sesak napas. Dari hasil pemeriksaan luar juga tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun luka yang mencurigakan pada tubuh korban.

Pihak keluarga menerima hasil pemeriksaan tersebut sebagai penyebab kematian korban dan menyatakan menolak dilakukan autopsi. Dengan adanya penolakan tersebut, proses penanganan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. (os/os) 
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini