
Sawah di Siantar Narumonda terancam gagal panen akibat serangan Hama. (Mol/umri)
TOBA | Sejumlah petani di Desa Narumonda VII dan Desa Narumonda VIII, Kecamatan Siantar Narumonda, Kabupaten Toba, mengeluhkan serangan hama yang menyerang tanaman padi mereka. Hama berwarna kekuningan tersebut dikhawatirkan akan menyebabkan gagal panen apabila tidak segera ditangani.
Pantauan di lokasi pada Senin (13/7/2026) menunjukkan sebagian areal persawahan telah mengalami kerusakan. Para petani mengaku cemas karena tanaman padi yang selama ini dirawat dengan biaya dan tenaga yang tidak sedikit mulai menunjukkan gejala rusak akibat serangan hama.
Mulai dari pengolahan lahan, penanaman hingga penyemprotan pestisida secara berkala telah dilakukan. Namun, upaya tersebut belum mampu menghentikan penyebaran hama yang terus mengancam tanaman padi.
Meski serangan belum terjadi di seluruh areal persawahan, para petani khawatir hama akan menyebar ke lahan lainnya. Berbagai upaya dilakukan untuk memutus rantai perkembangan hama, termasuk penyemprotan menggunakan berbagai jenis pestisida. Sayangnya, hasil yang diperoleh belum maksimal.
Kepala Desa Narumonda VIII, Hotler Marpaung, mengatakan kondisi tanaman padi tahun ini berbeda dibandingkan musim tanam sebelumnya. Menurutnya, para petani telah memulai pengolahan lahan sejak April dan rutin melakukan penyemprotan sebagai langkah pencegahan.
"Begitu diketahui tanaman padi diserang hama, kami langsung berkoordinasi dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Siantar Narumonda serta Dinas Pertanian Kabupaten Toba agar segera dilakukan penanganan," ujarnya.
Ia berharap pemerintah melalui dinas terkait segera mengambil langkah konkret agar serangan hama tidak meluas dan menyebabkan kerugian yang lebih besar bagi para petani.
"Kami berharap ada solusi terbaik dari dinas terkait. Jangan sampai seluruh sawah terserang karena petani bisa mengalami kerugian yang sangat besar," tegas Hotler Marpaung.
Keluhan serupa disampaikan salah seorang petani asal Desa Narumonda VII, Januari Sinambela. Ia mengaku telah melakukan penyemprotan pestisida hingga sembilan kali dengan berbagai jenis obat, namun serangan hama masih terus terjadi.
Menurutnya, tanaman padi di lahannya mengalami kerusakan akibat ulat penggerek batang yang menyebabkan batang padi terpotong sehingga berpotensi gagal menghasilkan bulir padi.
"Kami berharap PPL dan Dinas Pertanian Kabupaten Toba segera turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi lahan yang terserang hama. Kasihan masih banyak lahan pertanian lain yang belum terserang dan harus segera diselamatkan," ungkap Januari Sinambela.
Masyarakat Desa Narumonda VII dan Desa Narumonda VIII berharap Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Siantar Narumonda bersama Dinas Pertanian Kabupaten Toba segera melakukan peninjauan, penanggulangan, serta memberikan pendampingan kepada petani agar penyebaran hama dapat dikendalikan dan ancaman gagal panen dapat diminimalkan.
Sementara itu, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Siantar Narumonda Depon Sianipar mengatakan timnya dari pengamat hama sedang berada di lapangan, dan di minggu yang lalu, mereka (red_ppl) sudah terjun kelapangan untuk monitoring hama dan penyakit dilapangan
"Langkah pengendalian hama tersebut sudah saya sampaikan kepada kepala desa langsung dan kepada ketua kelompok tani. Akan segera dilaksanakan gerakan pengendalian secara massal untuk memutus siklus hidup hamanya, agar hamanya tidak berpindah pindah," sebut Depon Sianipar.
Depon Sianipar menyebutkan, adapun penyakitnya adalah Virus tungro yang vektornya merupakan wereng hijau atau ereng hijau menghisap cairan dari pelepah dan daun tanaman padi dan juga menjadi vektor yang menginfeksi virus tungro tersebut. (Umri/os)
