![]() |
| Kambing warga milik Arse yang dimangsa satwa liar diduga Harimau. (MOL/Syahrul) |
TAPANULI SELATAN | Warga Kelurahan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan digegerkan dengan penemuan dua ekor kambing milik warga yang mati diduga diterkam harimau, Rabu (15/7/2026).
Kedua kambing, induk dan anak, merupakan milik Jauda Simatupang. Kandang tersebut berada di kebunnya yang berjarak sekitar 1 kilometer dari pemukiman warga.
Peristiwa itu pertama kali diketahui sekitar pukul 09.30 WIB oleh Sakkul Gultom, 65, bersama rekannya Nawar Pane. Keduanya awalnya hendak mengambil bambu di kebun yang bersebelahan.
“Waktu lewat saya lihat kandangnya sepi. Biasanya kambing sudah dilepas. Pas didekati, kami kaget ada bangkai anak kambing di luar kandang. Lehernya bekas gigitan dan isi perutnya sudah habis,” kata Sakkul, Kamis (16/7/2026).
Mereka kemudian memeriksa ke dalam kandang. Didapati induk kambing dalam kondisi mati dengan luka gigitan di leher, kaki depan putus sebelah, dan bercak darah di sekitar kandang.
Melihat kejadian itu, Sakkul dan Nawar langsung melapor ke Kepala Lingkungan dan mengimbau warga agar berhati-hati saat ke kebun.
BKSDA Turun, Dugaan Sementara Bukan Harimau
Kepala Lingkungan Arse, Pahmianto Simatupang membenarkan kejadian tersebut. Ia mengaku telah mengimbau warga untuk tidak ke kebun sendirian.
“Kami sudah sampaikan ke warga untuk waspada. Tapi sebagian besar warga di sini memang menggantungkan hidup dari berkebun, jadi tetap harus ke ladang,” ujarnya.
Pahmianto menambahkan, pihaknya telah melaporkan kejadian ini ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA Sumatera Utara untuk penanganan lebih lanjut.
Berdasarkan hasil penelusuran awal BKSDA, satwa yang menyerang diduga bukan harimau, melainkan angguliman atau sejenis kucing hutan besar.
“Dari BKSDA bilang sementara itu angguliman, bukan harimau. Tapi tim masih di lapangan untuk memastikan dengan menelusuri jejaknya” jelas Pahmianto.
"Warga diimbau untuk menguatkan kandang ternak, tidak beraktivitas ke kebun, jika mau pergi ke kebun jangan sendirian dan segera melapor ke BKSDA atau aparat jika menemukan jejak satwa," pungkasnya.
(Syahrul/ST)
-

