![]() |
| Air bercampur lumpur dan kayu merusak rumah warga Sibolga saat banjir bandang terjadi sekitar bulan November 2025. (mol/dok). |
TAPTENG | Warga terdampak bencana alam yang terjadi pada November 2025 di Lingkungan VI Gunung Payung, Kelurahan Lumut, Kecamatan Lumut, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, menyampaikan apresiasi atas pencairan tahap kedua Dana Jaminan Hidup (Jadup) dan Bantuan Stimulasi Pemulihan Ekonomi yang disalurkan pemerintah.
Bantuan tersebut diterima langsung oleh para keluarga penerima manfaat di Kantor Pos Pinangsori, Kamis (25/6/2026).
Penyaluran itu menjadi angin segar bagi warga yang selama ini menantikan realisasi bantuan pascabencana.
Meski proses pencairan memerlukan waktu lebih lama dari yang diharapkan, masyarakat tetap menyambutnya dengan rasa syukur.
Bantuan tersebut dinilai mampu meringankan beban kebutuhan sehari-hari sekaligus mendukung pemulihan ekonomi keluarga yang terdampak bencana.
Warga juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Tapanuli Tengah, jajaran Pemerintah Kabupaten Tapteng, Pemerintah Kecamatan Lumut khususnya Plt Camat Rani Rahmadani S Sos, yang selama ini terus memberikan pencerahan kepada kami dan langsung turun beberapa kali bersama, Pemerintah Kelurahan Lumut memastikan data kami yang benar-benar terdampak, serta insan pers dan media sosial yang terus mengawal aspirasi masyarakat hingga bantuan tersebut dapat direalisasikan.
![]() |
| Tolong Mendrofa. (mol/dok). |
Saat dikonfirmasi kru Metro-Online.co pada Jumat (26/6/2026) sore, Tolong Mendrofa, salah seorang keluarga korban yang rumahnya mengalami kerusakan berat, mengaku bersyukur atas bantuan yang telah diterima.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Tapanuli Tengah beserta seluruh jajaran pemerintah atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat terdampak bencana. Bantuan Jadup dan stimulasi pemulihan ekonomi ini sangat berarti bagi kami untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus menjadi penyemangat dalam memulai kembali kehidupan," ujarnya.
Tolong Mendrofa berharap pemerintah segera merealisasikan bantuan lanjutan, khususnya bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat, sedang, maupun ringan sesuai hasil pendataan yang telah dilakukan.
"Kami berharap proses penyaluran bantuan perbaikan rumah dapat segera direalisasikan sehingga seluruh hak masyarakat terdampak dapat dipenuhi. Semoga pemerintah tetap konsisten mengawal proses ini hingga seluruh bantuan tersalurkan," harapnya.
Masyarakat optimistis pencairan bantuan ini menjadi langkah awal percepatan pemulihan pascabencana di Kabupaten Tapanuli Tengah, sekaligus memberikan harapan baru bagi warga untuk kembali menjalani kehidupan dan memulihkan perekonomian keluarga. (YAS/REM)


