
Menu MBG di salah satu sekolah di Medan Utara. (mol/rustam).
MEDAN|Sejumlah wali murid di Medan Utara setuju jika program makan bergizi gratis (MBG) dihentikan khususnya selama saat libur sekolah.
"Jangan sampai program MBG yang mengendalikan waktu libur sekolah karena itu mengakibatkan anak kami kurang masa liburannya," kata Usmi, seorang wali murid siswa sekolah dasar swasta di Belawan.
Menurut Usmi, kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menghentikan pogram MBG selama masa libur sekolah sangat tepat.
"Anak saya kurang mau MBG karena nasi dan lauk yang diberi tidak sesuai dengan seleranya," ungkap Usmi.
Akibatnya, masih kata Usmi, MBG di sekolah anaknya banyak yang tersisa dan menjadi limbah sekolah.
"Aku menyarankan MBG itu diberikan kepada siswa di daerah. Kalau di kota besar kurang diminati karena MBG lebih rendah kwalitasnya dari yang disajikan keluarganya," kata Maimunah, wali murid warga Marelan.
Badan Gizi Nasional (BGN) menutup operasional ribuan dapur dan penyaluran makanan untuk melakukan audit serta evaluasi total selama masa liburan ini.
Alasan penutupan sementara itu adalah untuk melakukan audit menyeluruh terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) termasuk memeriksa kebersihan, standar memasak dan kelayakan dapur.
Selain itu, BGN juga akan melakukan validasi ulang untuk memastikan data penerima manfaat tepat sasaran dan evaluasi tata kelola anggaran seperti penyesuaian biaya operasional harian serta memastikan pemilik dapur tidak terafiliasi dengan pegawai BGN.
Jadwal operasional penyaluran makanan akan disesuaikan kembali dengan kalender akademik dan program MBG akan dilanjutkan tepat saat kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah kembali dimulai. (RE Maha/REM).
