-->
crossorigin="anonymous">

Upacara Peringatan 119 Tahun Gugurnya Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII

Sebarkan:

Bupati Toba Effendi SP Napitupulu bersama Irup Dandim 0210/TU Letkol Kav Ronal Tampubolon pada Peringatan 119 tahun gugurnya Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII di Balige, Rabu (17/6/2026). (Mol/hms) 

TOBA
| Semangat perjuangan dan keteladanan Raja Sisingamangaraja XII kembali dikenang dalam Upacara Peringatan 119 Tahun Gugurnya Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII yang digelar di Kompleks Makam Pahlawan Raja Sisingamangaraja XII, Desa Pagar Batu, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, Rabu (17/6/2026).

Upacara berlangsung khidmat dengan Komandan Kodim 0210/Tapanuli Utara, Letkol Kav Ronal Tampubolon, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Kegiatan ini dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Toba, Aparatur Sipil Negara (ASN), organisasi kemasyarakatan, pelajar, mahasiswa, serta berbagai elemen masyarakat.

Peringatan tahun ini mengusung tema "Berakar pada Sejarah, Bertumbuh dalam Karya untuk Bangsa", sebagai pengingat bahwa nilai-nilai perjuangan para pahlawan harus terus menjadi inspirasi dalam membangun bangsa dan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Toba, Harrizon Hutabarat, membacakan riwayat singkat perjuangan Raja Sisingamangaraja XII.
Ia menjelaskan bahwa Raja Sisingamangaraja XII lahir di Bakkara, kawasan tepian selatan Danau Toba, pada tahun 1848 dengan nama kecil Patuan Bosar, bergelar Ompu Pulo Batu.

 Sebagai penerus garis kepemimpinan leluhurnya, ia dinobatkan menjadi Raja Sisingamangaraja XII pada tahun 1871 saat berusia 22 tahun.

"Raja Sisingamangaraja XII merupakan sosok pemimpin yang tegas menentang penjajahan dan perbudakan. Beliau adalah pejuang sejati yang tidak pernah berkompromi dengan penjajah, meskipun pernah ditawari kedudukan sebagai Sultan Batak oleh Belanda," ujar Harrizon.

Menurutnya, Raja Sisingamangaraja XII lebih memilih mempertahankan harga diri dan kemerdekaan bangsanya daripada tunduk kepada kekuasaan kolonial.

Perjuangan panjang melawan penjajah akhirnya mencapai puncaknya ketika Raja Sisingamangaraja XII gugur pada 17 Juni 1907 di Aek Sibulbulon, Huta Sionom Hudon, yang kini termasuk wilayah Kabupaten Dairi. Saat itu beliau berusia 62 tahun.

Setelah gugur, jenazah Raja Sisingamangaraja XII dimakamkan oleh pemerintah kolonial Belanda di Tangsi, Tarutung. Pada tahun 1953, jenazah beliau dipindahkan dan dimakamkan kembali di Kompleks Makam Pahlawan Pagar Batu, Balige, yang hingga kini menjadi tempat penghormatan bagi masyarakat.

Atas jasa dan pengorbanannya dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa, Raja Sisingamangaraja XII resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 590 Tahun 1961 tanggal 9 November 1961.

Sebagai bentuk penghormatan kepada pahlawan besar asal Tanah Batak tersebut, Letkol Kav Ronal Tampubolon melakukan peletakan karangan bunga di tugu makam Raja Sisingamangaraja XII yang kemudian dilanjutkan dengan prosesi tabur bunga bersama Bupati Toba Effendi SP Napitupulu dan unsur Forkopimda.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Kabupaten Toba Ny Astita Effendi Napitupulu Br. Simanjuntak, Sekretaris Daerah Kabupaten Toba Paber Napitupulu, Ketua DPRD Kabupaten Toba Franshendrik Tambunan, Kabagren Polres Toba Kompol Marhalam Napitupulu, Ketua Pengadilan Negeri Balige Anita Silitonga, Kepala Rutan Balige Valen Rumbia, Jaksa Fungsional Jeremy, SH, serta sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat lainnya.

Peringatan ini menjadi momentum penting untuk mengenang jasa-jasa Raja Sisingamangaraja XII sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah air, khususnya bagi generasi muda sebagai penerus perjuangan bangsa. (os/os) 
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini