ACEH TAMIANG | Caritas Indonesia bersama Caritas Keuskupan Agung Medan (KAM) menggelar kegiatan sosialisasi pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi masyarakat terdampak banjir bandang yang terjadi pada akhir tahun 2025 di Desa Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (25/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Tim Caritas yang diwakili oleh Adi Rusprianto menjelaskan perkembangan program pembangunan Huntap yang saat ini sedang berjalan. Sebanyak 50 unit Huntap direncanakan akan dibangun untuk para penyintas bencana. Hingga saat ini, 5 unit rumah telah selesai dibangun dan dijadwalkan akan diserahterimakan kepada penerima manfaat pada 3 Juli 2026 oleh Caritas Indonesia dan Caritas KAM.
“Sebanyak 45 unit rumah lainnya masih dalam proses pembangunan dan ditargetkan selesai dalam tiga bulan ke depan. Seluruh Huntap ini dibangun di lokasi yang aman dari ancaman bencana sehingga dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi para penerima manfaat,” jelas Adi.
Pada kesempatan tersebut, Adi juga mengajak seluruh penerima manfaat untuk berpartisipasi aktif dalam mengawal proses pembangunan rumah agar sesuai dengan spesifikasi dan standar kualitas yang telah ditetapkan.
“Bapak dan Ibu sekalian, kami berharap pembangunan rumah ini dapat diawasi bersama. Kami tidak ingin hunian yang nantinya diserahkan memiliki kualitas yang kurang baik. Rumah ini harus dibangun dengan baik agar dapat digunakan dan bertahan dalam jangka waktu yang panjang,” ujar Adi.
Sementara itu, salah seorang penerima manfaat, Ashari, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada Caritas Indonesia dan Caritas KAM atas bantuan yang diberikan.
“Terima kasih kepada Caritas Indonesia dan Caritas KAM yang telah memberikan rumah ini kepada kami tanpa biaya apa pun. Kami sangat puas dengan kualitas bangunan yang telah dibangun. Pengalaman kami pada bantuan perumahan pascabencana sebelumnya tidak selalu berjalan baik, bahkan ada yang tidak selesai dibangun. Karena itu kami sangat bersyukur atas perhatian dan komitmen Caritas dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana,” ungkap Ashari.
Ashari juga berharap semakin banyak keluarga terdampak yang dapat memperoleh bantuan hunian layak, mengingat masih terdapat warga yang hingga kini belum memiliki tempat tinggal permanen dan masih bertahan di lokasi pengungsian.
Kegiatan sosialisasi berlangsung selama kurang lebih dua jam dalam suasana yang hangat, penuh keterbukaan, dan partisipatif. Selain memberikan informasi mengenai progres pembangunan, kegiatan ini juga menjadi ruang dialog antara tim pelaksana dan masyarakat penerima manfaat.
Menutup kegiatan tersebut, Datuk Penghulu Desa Babo menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Caritas Indonesia dan Caritas KAM atas kepedulian dan dukungan yang diberikan kepada masyarakat Desa Babo.
“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dan pendampingan yang diberikan. Kami juga mengajak seluruh warga untuk terus mendukung dan bergotong royong demi kelancaran serta percepatan pembangunan Huntap ini,” ujarnya.(haloho/mp)


