![]() |
| Bupati Humbahas Oloan Paniaran Nababan rapat kerja bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan di ruang kerja Bupati, Senin (22/6/2026).(Foto: mol/diskominfo) |
Upaya tersebut dibahas dalam rapat kerja bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan yang berlangsung di ruang kerja Bupati, Perkantoran Bukit Inspirasi Doloksanggul, Senin (22/6/2026).
Rapat tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Christison R Marbun, para staf ahli bupati, asisten pemerintahan, jajaran pejabat Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta pejabat fungsional terkait.
Sejalan dengan kebijakan tersebut, Kementerian Pertanian RI telah menyiapkan sejumlah strategi, mulai dari penguatan sektor pembibitan, pengurangan impor secara bertahap, hingga penguatan kemitraan antara importir dan petani lokal.
“Pengembangan bawang putih ini merupakan peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional. Karena itu, saya terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar berbagai program dan bantuan dapat dialokasikan ke Humbahas,” ujar Oloan.
Tahun 2026, Kabupaten Humbahas memperoleh program pengembangan bawang putih seluas 15 hektare. Sebanyak 5 hektare dijadikan pilot project dengan varietas Sangga Sembalun yang dikembangkan di Desa Ria-Ria, Kecamatan Pollung dan Desa Hutasoit II, Kecamatan Lintongnihuta.
Sementara 10 hektare lainnya merupakan pengembangan reguler yang tersebar di Kecamatan Lintongnihuta, Paranginan, dan Doloksanggul menggunakan varietas Lumbu Hijau.
Untuk mendukung Program Nasional Swasembada Bawang Putih, pemerintah juga menyiapkan berbagai skema bantuan bagi petani, antara lain jaminan harga melalui penampung hasil panen, bantuan sarana produksi pertanian seperti mulsa, benih, pupuk anorganik, pestisida, serta pendampingan petugas lapangan.
Di Humbahas, terdapat dua penangkar yang telah dibina langsung oleh Kementerian Pertanian RI sebagai penampung hasil panen bawang putih, yakni Penangkar Mekar Jaya dan Penangkar Roberkat.
Selain itu, Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (LIP) memberikan bantuan lima unit irigasi bertekanan yang akan ditempatkan di Kecamatan Pollung dan Lintongnihuta. Dukungan lainnya datang dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) berupa bantuan 12 unit traktor roda empat.
Data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Humbang Hasundutan menunjukkan potensi pengembangan bawang putih di daerah tersebut mencapai 2.455,65 hektare yang tersebar di enam kecamatan, yakni Doloksanggul, Lintongnihuta, Onanganjang, Paranginan, Pollung, dan Sijamapolang. Kecamatan Paranginan menjadi wilayah dengan potensi terbesar, mencapai 1.499,27 hektare.
Keberhasilan budidaya bawang putih juga mulai terlihat di lapangan. Kelompok Tani Muda Jaya di Desa Nagasaribu I, Kecamatan Lintongnihuta, berhasil membudidayakan bawang putih seluas satu hektare dengan produktivitas mencapai 15,9 ton per hektare (timbang basah) panen Februari 2026.
Melalui pengembangan komoditas ini, Pemerintah Humbahas berharap seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, kelompok tani hingga dunia usaha, dapat bersinergi menjadikan bawang putih sebagai komoditas unggulan daerah sekaligus mendukung target swasembada bawang putih nasional. (as/as)

