
Panen padi di pesawahan Desa Siantar Dangsina, Kabupaten Toba, Senin (22/6/2026). (Mol/umri)
TOBA | Petani di Desa Siantar Dangsina, Kecamatan Siantar Narumonda, Kabupaten Toba, mengeluhkan menurunnya hasil panen padi pada musim tanam tahun 2026. Penurunan produksi bahkan disebut mencapai 30 hingga 50 persen akibat serangan hama, terutama tikus, yang semakin sulit dikendalikan.
Puluhan petani mengaku telah berupaya mengatasi serangan hama dengan melakukan penyemprotan insektisida serta menebarkan racun berbentuk butiran di area persawahan. Namun, berbagai langkah tersebut dinilai belum mampu menekan populasi hama yang terus merusak tanaman padi.
Para petani juga rutin melakukan penyemprotan insektisida hingga dua kali dalam seminggu. Meski demikian, serangan hama tetap berlangsung karena tikus masih banyak ditemukan di kawasan persawahan.
Salah seorang petani A Sihombing, 46, pada Senin (22/6/2026) mengaku hasil panen padinya tahun ini mengalami penurunan drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Menurutnya, tingginya serangan hama diduga berkaitan dengan pola tanam dua kali setahun yang kini diterapkan. Kondisi tersebut menyebabkan tikus berpindah dari lahan yang baru dipanen ke areal persawahan yang sedang memasuki masa berbunga.
"Sebelum ada program tanam dua kali setahun, sawah kami tidak pernah mengalami serangan tikus separah sekarang. Panen kami berkurang hingga 50 persen. Biasanya dalam satu petak sawah kami bisa menghasilkan sekitar 12 goni, tetapi sekarang hanya sekitar enam goni saja," keluh A Sihombing.
Keluhan serupa disampaikan D Marpaung. Ia berharap pemerintah tidak hanya mendorong program percepatan tanam, tetapi juga menyediakan solusi konkret untuk mengatasi serangan hama yang merugikan petani.
"Kami selama ini terbiasa menanam padi lokal satu kali dalam setahun. Sejak adanya program tanam dua kali, hasil panen justru menurun karena serangan tikus semakin banyak. Kami berharap ada perhatian dan solusi dari pemerintah," katanya.
Para petani Desa Siantar Dangsina berharap Pemerintah Kabupaten Toba melalui Dinas Pertanian serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dapat meningkatkan pendampingan kepada petani, termasuk melalui penyuluhan dan program pengendalian hama terpadu guna mencegah kerugian yang lebih besar pada musim tanam berikutnya.
Masyarakat berharap langkah antisipatif dapat segera dilakukan agar produktivitas pertanian kembali meningkat dan ketahanan pangan di tingkat desa tetap terjaga. (Umri/os)
