-->
crossorigin="anonymous">

GMKI Tarutung Siap Jadi Mitra Strategis Kampus, Dukung Transformasi IAKN Menjadi UKN

Sebarkan:

 

Ketua Cabang GMKI Tarutung Amos Derebi foto bersama Rektor IAKN Tarutung Dr Haposan Silalahi di kampus IAKN Tarutung, Jumat (5/6/2026).(Foto: mol/Alfredo Sihombing)
TAPUT | Badan Pengurus Cabang (BPC) Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Tarutung  menyatakan kesiapan menjadi mitra strategis kampus dalam mendukung pengembangan mahasiswa dan transformasi Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung menjadi Universitas Kristen Negeri (UKN) Tarutung.

Komitmen tersebut disampaikan dalam audiensi dan silaturahmi BPC GMKI Cabang Tarutung dengan Rektor IAKN Tarutung Dr Haposan Silalahi yang berlangsung di kampus IAKN Tarutung, Jumat (5/6/2026).

Ketua Cabang GMKI Tarutung Amos Derebi mengatakan, siap berkolaborasi dengan pihak kampus  berbagai program pengembangan mahasiswa serta mendukung peningkatan status IAKN Tarutung menjadi UKN Tarutung.

Menurut Amos, kampus memiliki peran sebagai ruang pembelajaran akademik, sementara GMKI dapat menjadi wadah pengembangan kepemimpinan, penguatan karakter, peningkatan kualitas akademik, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kompetensi mahasiswa.

“GMKI Cabang Tarutung siap menjadi mitra strategis kampus dalam mendukung lahirnya lulusan yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing. Saya juga mendukung penuh transformasi IAKN Tarutung menjadi UKN Tarutung,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Rektor IAKN Tarutung menyambut baik inisiatif dan semangat kolaborasi yang ditunjukkan GMKI. Ia menegaskan, kampus terbuka untuk membangun kemitraan dengan seluruh elemen mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan.

“Kampus adalah ruang bersama yang harus memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada mahasiswa untuk berkreasi, berinovasi, dan mengembangkan potensi diri. Tidak ada sekat atau pembatas dalam membangun kerja sama yang positif,” kata Haposan.

Ia juga menekankan pentingnya budaya kritik yang konstruktif dalam mendukung kemajuan institusi. Menurutnya, kritik yang disampaikan berdasarkan data dan fakta merupakan bagian penting dari proses perbaikan kebijakan di lingkungan kampus.

“Kritik yang disampaikan dengan data dan fakta yang valid sangat penting untuk perbaikan kebijakan. Kritiklah kebijakannya, bukan menyerang personal,” tegasnya.

Audiensi yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan tersebut menghasilkan kesepahaman untuk terus membangun komunikasi, kolaborasi, dan kemitraan yang konstruktif antara kampus dan organisasi kemahasiswaan.

Melalui pertemuan ini, GMKI Cabang Tarutung menegaskan komitmennya untuk hadir sebagai mitra kritis, strategis, dan solutif dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan karakter mahasiswa, serta percepatan transformasi IAKN Tarutung menuju UKN Tarutung. (as/as)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini