![]() |
| Bupati Darma Wijaya berikan kata sambutan pada pembukaan Sensus Ekonomi tahun 2026, Kamis (19/6/2026).(mol/dok Kominfo). |
Ajakan tersebut disampaikan Bupati Serdangbedagai H Darma Wijaya saat membuka kegiatan Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Aula Sultan Serdang, Kompleks Kantor Bupati, Sei Rampah, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Bupati H Adlin Tambunan, unsur Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta petugas sensus.
Dalam sambutannya, Darma Wijaya menegaskan Sensus Ekonomi bukan sekadar kegiatan pendataan yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali, tetapi menjadi langkah strategis untuk memperoleh gambaran nyata kondisi ekonomi masyarakat.
Menurutnya, data yang terkumpul nantinya akan menjadi landasan pemerintah dalam merumuskan berbagai program pembangunan, mulai dari peningkatan infrastruktur, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga kebijakan ekonomi yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
“Keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 sangat bergantung pada dukungan masyarakat. Karena itu, kami mengajak seluruh pelaku usaha, pedagang, petani, peternak, dan masyarakat umum untuk memberikan informasi yang benar dan lengkap kepada petugas sensus,” ujar Bupati.
Ia menambahkan, Kabupaten Serdangbedagai memiliki potensi ekonomi yang terus berkembang, terutama di sektor pertanian dan perkebunan. Bahkan, pada tahun 2025 daerah tersebut tercatat sebagai wilayah dengan produktivitas padi tertinggi di Sumatera Utara. Capaian tersebut, kata dia, perlu didukung dengan data yang valid agar program pembangunan dapat berjalan lebih efektif.
“Data yang akurat akan menjadi panduan bagi pemerintah dalam menentukan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat perekonomian daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati H Adlin Tambunan menekankan pentingnya keterbukaan masyarakat dalam memberikan informasi ekonomi keluarga. Menurutnya, data yang diperoleh dari sensus akan disinergikan dengan pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Sebagai Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Serdangbedagai, Adlin berharap integrasi data tersebut dapat meningkatkan ketepatan sasaran berbagai program bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
“Dengan data yang valid dan terkini, pemerintah dapat memastikan program bantuan maupun pembangunan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Di kesempatan yang sama, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Serdangbedagai Marine Sohadi Angkat, menjelaskan Sensus Ekonomi 2026 akan menghadirkan cakupan pendataan yang lebih luas dibanding pelaksanaan sebelumnya. Selain mendata aktivitas usaha, sensus juga mencakup sektor pertanian dan kondisi ekonomi keluarga.
Ia memastikan seluruh informasi yang diberikan masyarakat akan dijaga kerahasiaannya sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
“Partisipasi masyarakat sangat menentukan kualitas data yang dihasilkan. Karena itu, kami mengimbau warga untuk menerima petugas sensus dengan baik dan memberikan informasi yang sesuai kondisi sebenarnya,” ujar Marine.
Melalui pencanangan ini, Pemkab Serdangbedagai berharap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dapat berjalan sukses dan menghasilkan data berkualitas sebagai dasar perencanaan pembangunan ekonomi yang lebih tepat, inklusif, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.(HR/HR)

