TAPTENG | Kinerja
Kepala UPTD SD Negeri 157624 Lumut Nauli, Sautma Martua Hutagalung, menjadi
sorotan masyarakat, orang tua murid, hingga sejumlah tenaga pendidik. Mereka
meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah, pengawas tingkat SD,
BKPSDM, dan pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap
kepemimpinan serta tata kelola sekolah tersebut.
Sorotan itu muncul setelah masyarakat menilai kepala sekolah
diduga jarang hadir di sekolah induk yang berada di wilayah cukup terpencil.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga dan orang tua murid, kehadiran
kepala sekolah disebut sangat minim dan terkadang tidak terlihat dalam kurun
waktu tertentu.
“Kalau datang
dalam satu bulan masih bisa dihitung. Bahkan kadang sangat jarang terlihat
hadir di sekolah induk,” ujar salah seorang warga.
Tak hanya
masyarakat, beberapa guru yang mengajar di sekolah tersebut juga menyampaikan
keluhan serupa. Mereka menilai perhatian kepala sekolah terhadap kondisi
sekolah induk masih sangat kurang, sehingga banyak tanggung jawab operasional
sekolah dipercayakan kepada tenaga pengajar.
“Selama ini kami
yang lebih banyak menjalankan aktivitas sekolah. Kalau ada persoalan, kami juga
berusaha sendiri agar proses belajar mengajar tetap berjalan lancar,” ungkap
salah seorang guru yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Para guru juga
mengaku merasa kurang mendapatkan perhatian karena lokasi sekolah induk berada
di daerah yang cukup jauh dengan kondisi akses jalan yang sulit dilalui,
terutama saat musim hujan.
“Kami terkadang
merasa kurang diperhatikan karena sekolah induk ini berada di wilayah pelosok.
Padahal kondisi di sini membutuhkan perhatian lebih,” ujarnya.
Berdasarkan
pantauan di lapangan, UPTD SD Negeri 157624 Lumut Nauli memiliki dua lokasi
sekolah yang terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik), yakni sekolah
induk dan sekolah jauh.
Sekolah jauh yang
berada di wilayah Kelurahan Lumut disebut memiliki akses jalan yang relatif
baik dan masih dapat dilalui kendaraan roda empat. Sementara itu, akses menuju
sekolah induk dinilai lebih sulit karena kondisi jalan berlumpur, licin, dan
berisiko ketika hujan turun.
Kondisi tersebut
dinilai menjadi tantangan tersendiri bagi guru maupun siswa dalam menjalankan
aktivitas belajar mengajar.
Selain persoalan
kehadiran, masyarakat juga menyoroti kedisiplinan kepala sekolah dalam
penggunaan pakaian dinas harian (PDH) sebagai aparatur sipil negara (ASN).
Warga menilai kepala sekolah seharusnya menjadi contoh dalam penerapan disiplin
di lingkungan pendidikan.
Di sisi lain,
masyarakat turut meminta evaluasi terhadap penempatan tenaga pendidik,
khususnya terkait status Surat Keputusan (SK) induk dan penugasan mengajar bagi
tenaga penerima Dana Alokasi Khusus atau tunjangan khusus (Daksus).
Menurut informasi
yang berkembang di tengah masyarakat, terdapat tenaga pendidik yang SK induknya
masih tercatat pada sekolah tertentu, namun sebagian bertugas di lokasi lain
yang akses jalannya lebih mudah dijangkau, sementara tunjangan khusus disebut masih
tetap berjalan.
Kondisi tersebut
memunculkan perhatian masyarakat terkait ketepatan penyaluran tunjangan khusus,
kesesuaian lokasi penugasan, serta transparansi pengelolaan anggaran pendidikan
agar benar-benar tepat sasaran sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu,
masyarakat juga berharap adanya evaluasi terhadap pengelolaan Dana Bantuan
Operasional Sekolah (BOS) dan anggaran pemeliharaan sekolah guna memastikan
tata kelola pendidikan berjalan secara terbuka, profesional, dan akuntabel.
Berbagai
informasi dan keluhan masyarakat tersebut sebelumnya telah disampaikan kepada
BKD serta Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah pada Senin (18/5/2025).
Informasi itu diterima oleh Kepala Bidang Disiplin BKD dan
pihak Dinas Pendidikan yang disambut oleh pejabat bermarga Regar. Dalam keterangannya, pihak terkait
menyampaikan apresiasi atas informasi yang diberikan dan berjanji akan
melakukan evaluasi serta inspeksi langsung ke lokasi sekolah.
Pihak dinas juga
disebut akan mengecek kondisi akses menuju sekolah jauh guna memastikan apakah
lokasi tersebut masih dapat dijangkau kendaraan roda empat atau tidak.
“Terima kasih
atas informasinya. Akan kami evaluasi dan kami sampaikan kepada pimpinan untuk
ditindaklanjuti,” ujar pihak terkait.
Sementara itu,
berdasarkan informasi yang diperoleh pada hari ini Selasa (26/5/2026), kepala
sekolah juga disebut tidak hadir di sekolah. Namun hingga berita ini
diterbitkan, belum diketahui alasan ketidakhadiran tersebut.
Upaya konfirmasi
dan klarifikasi yang dilakukan Metro-Online.co melalui pesan WhatsApp pribadi
kepada Kepala Sekolah Sautma Martua Hutagalung juga belum mendapatkan balasan
maupun respons dari yang bersangkutan.(YAS/JS)

