-->

Listrik PLN Padam, Distribusi Air PDAM Terputus Dalam Kondisi Gelap Gulita di Pangkalan Brandan

Sebarkan:

 


Terlihat bak penampung air lagi kosong dampak dari pemadam listrik secara massal di "kota minyak" Pangkalan Brandan, Sabtu (23/5/2026). (Foto mol/ salah satu pelanggan air PDAM Tirta Wampu di Pangkalan Brandan)

LANGKAT:Pemadaman listrik massal atau blackout yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera, diduga dipicu gangguan pada jaringan transmisi interkoneksi utama Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV ruas Lubuk Linggau–Lahat di Sumatera Selatan.

Pemadaman lstrik PLN bukan saja membuat suasana gelap gulita, tapi juga berdampak terhadap distribusi air PDAM Tirta Wampu Unit Pangkalan Brandan yang tak lagi mengalir ke rumah-rumah pelanggan.

Listrik padam cukup lama hingga mencapai 10 jam membuat warga resah. Kenapa tidak, warga yang sejati hatinya mengharapkan air dari PDAM sudah tak jalan, bagi warga yang memiliki sumur bor juga tidak bisa menarik air akibat listrik padam.

"Air PDAM tak jalan, bak penampung air kosong, kalau pun kemudian setelah beberapa jam, ada air yang menetes dari kran air itu kondisinya jorok, dan tidak laik pakai untuk kebutuhan minum, cuci pakaian, dan sebagainya, ujar Husada, warga Pangkalan Brandan kepada wartawan, Sabtu (23/5/2026).

Beragam keluhan masyarakat terus dilontarkan, baik secara langsung maupun menggugahnya di akun media sosial, seperti di Facebook, Twitter, Tiktok, Instagram dan akun media sosial lain.

Seperti dalam unggahan vidio di akun Facebook milik Muhammad Ismail Rokan, dia menyampaikan "Lampu sudah menyala PDAM masih belum juga mengalirkan air ke rumah warga khusus di kawasan jalan pasar pipa sei bilah kalau di tempat lain apakah terjadi hal yg sama mohon kasi komentar dan infonya agar di dengar oleh pihak PDAM..mohon air segera dialirkan, kami belum mandi ni..." tulisnya sembari menunjukan video bak kamar mandinya kosong.

Diakun Facebook Lhan Yulan, dirinya juga memperlihatkan foto dan vidio kondisi air PAM yang keruh bewarna kuning, kekesalannya dituangkan dengan tulisan.

"Air PAM dh hidup.  .... 
Yg keluar Lumpur.. bukan air bersih,.Byr air mahal tiap bulan... 
GK mati PAM air yg keluar air nya pun beginilah kuning juga.  Cocoknya di demooo .Asikk air PAM  aja yg GK pernah selesai," tulisnya.

Semua orang tau, kaya, miskin, bahwa air merupakan kebutuhan utama (primer) yang sangat dibutuhkan masyarakat, letak geografis kota Pangkalan Brandan berada di pesisir pantai yang jaraknya sangat dekat dengan laut, sehingga sumber kebutuhan air bersih warga didapat dari PDAM Tirta Wampu Unit Pangkalan Brandan.

Selama ini, kondisi air keruh dan sering mati selalu dikeluhkan masyarakat sebagai konsumen (pelanggan ) PDAM Tirta Wampu Unit Pangkalan Brandan, anehnya sampai saat ini, masyarakat merasa belum ada kebijakan dan perubahan yang lebih baik dalam pelayanan, penyaluran dan kualitas air yang betul-betul layak untuk dikonsumsi.

"Dari waktu magrib semalam sampai sekarang ini tempat kami juga air PDAM masih mati. Berharap ada perubahan dan standar perbaikan distribusi dan kualitas air," ucap Haris salah seorang warga Kelurahan Sei Bilah.

Sementara itu, Trie salah seorang warga Jalan Imam Bonjol, Pangkalan Brandan mengatakan. "Sudah du hari air mati di tempat kami dan sampai saat ini belum jalan juga," ucapnya Sabtu (23/05/2026) sore di Pangkalan Brandan.

Sementara itu, guna mencari tau penyebab air PAM mati dan solusi serta tindakan yang diambil, Kepala PDAM Tirta Wampu Unit Pangkalan Brandan, Kali Suman Saragih saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp, hingga berita ini dilansir tidak menjawab pesan yang dikirim wartawan.(lesman simamora/mp)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini