![]() |
| Ketua MKKS SMA Kota Tebingtinggi yang juga Kepala SMA Negeri 3 Tebingtinggi Andreas Telaumbanua, Senin (25/5/2026). |
Ketua MKKS SMA Kota Tebingtinggi yang juga Kepala SMA Negeri 3 Tebingtinggi Andreas Telaumbanua, mengatakan sistem penerimaan tahun ini memberi kesempatan lebih luas kepada siswa yang berdomisili di Kota Tebingtinggi untuk mendaftar ke seluruh SMA dan SMK negeri tanpa dibatasi wilayah sekolah tertentu.
“Untuk penerimaan SPMB tahun 2026 di Kota Tebingtinggi agak sedikit berbeda. Kami sudah melakukan sosialisasi jauh-jauh hari dan berkolaborasi dengan pemerintah kota, termasuk Pak Sekda dan Pak Wali Kota,” ujar Andreas saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (25/5/2026).
Menurut Andreas, sosialisasi SPMB 2026 telah dilakukan kepada berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, tokoh masyarakat hingga MKKS SMP se-Kota Tebingyinggi.
Ia menjelaskan, siswa yang memiliki Kartu Keluarga (KK) dan KTP orang tua berdomisili di Kota Tebingtinggi kini dapat memilih seluruh SMA maupun SMK negeri di daerah tersebut.
“Kalau tahun sebelumnya anak dari satu wilayah tidak bisa melamar ke sekolah tertentu, sekarang bisa. Misalnya anak dari Rambutan bisa mendaftar ke SMA Negeri 3. Tetapi tetap hanya boleh memilih satu sekolah tujuan,” katanya.
SPMB 2026 di Kota Tebingynggi sendiri mulai dibuka sejak 25 Mei 2026. Sementara pengumuman kelulusan siswa SMP dijadwalkan pada 2 Juni 2026.
Karena itu, calon peserta murid baru sementara dapat menggunakan surat keterangan dari sekolah untuk melakukan pendaftaran secara online.
“Kami sudah sampaikan kepada kepala sekolah SMP agar mensosialisasikan hal ini kepada siswa supaya mereka tidak kesulitan mengakses pendaftaran,” ujarnya.
Andreas menegaskan, pelaksanaan SPMB 2026 tetap dilakukan secara online sesuai kebijakan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara guna menciptakan sistem penerimaan yang transparan dan akuntabel.
Selain itu, Andreas juga memastikan proses penerimaan siswa baru bebas dari intervensi pihak mana pun.
“Kami tidak mau ada tekanan atas nama siapa pun untuk memasukkan siswa ke sekolah tertentu. Komitmen itu sudah kami sampaikan kepada pemerintah daerah,” tegasnya.
Terkait potensi membludaknya pendaftar di sekolah favorit, Andreas menyebut sistem seleksi tetap mengacu pada nilai ranking akademik sesuai jalur penerimaan yang dipilih calon siswa.
“Kalau ada sekolah yang membludak, nanti akan ada sesi kedua dan dilakukan pemerataan ke sekolah lain yang kuotanya masih tersedia,” jelasnya.
Adapun jalur penerimaan SPMB 2026 masih menggunakan empat jalur utama, yakni domisili, afirmasi, prestasi dan mutasi, dengan persentase kuota mengikuti aturan pemerintah yang berlaku.(HR/HR)

