![]() |
| Zainul Abdi Nasution saat bertegur sapa dengan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas. (dok.mol) |
Dengan karakter khasnya tenang namun mengjanyutkan tersebut, Zainul Abdi menyatakan kesiapannya untuk maju. Baginya, keputusan ini bukan semata ambisi pribadi, melainkan panggilan untuk merangkul dan menyatukan rekan-rekan seprofesi.
Sedikitnya 65 suara dukungan telah ‘dikantongi’. “Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, saya siap maju,” ujarnya.
Zainul bukan nama baru di dunia jurnalistik. Ia telah menapaki jalan panjang sebagai wartawan, menyerap dinamika lapangan. Kompetensi wartawan utama dari Dewan Pers, pengakuan atas dedikasi dan profesionalismenya.
Namun lebih dari sekadar rekam jejak, Zainul membawa visi tentang kebersamaan. Ia melihat PWPM bukan hanya organisasi, melainkan ruang bertumbuh yang membutuhkan soliditas di tengah tantangan dunia pers yang terus berubah.
“Yang ingin saya bangun adalah kebersamaan. Wartawan di Pemko Medan harus solid, saling menguatkan,” tuturnya.
Di belakang layar, tim pemenangan mulai bergerak. Reza Wibowo, yang dipercaya sebagai ketua tim, menyebutkan bahwa dukungan yang telah terkumpul menjadi modal awal yang signifikan.
Dari total 151 pemilik suara, 65 orang telah menyatakan sikap. Angka tersebut menurut Reza, bukanlah batas akhir. Ia optimistis dukungan akan terus bertambah seiring intensitas komunikasi yang dibangun tim di lapangan.
“Ini bukan hanya tentang satu nama, tapi tentang kebersamaan. Zainul adalah representasi kita semua,” ucapnya, menggambarkan semangat kolektif yang coba dibangun. Langkah berikutnya pun telah disiapkan.
Dalam waktu dekat, deklarasi dukungan akan digelar sebagai penanda konsolidasi yang lebih luas. Momen itu diharapkan menjadi titik temu antara visi Zainul dan harapan para pendukungnya.
Setelah deklarasi, proses administratif akan segera ditempuh. Pendaftaran calon dijadwalkan berlangsung pada 20 hingga 22 April 2026, fase penting sebelum memasuki arena kontestasi yang sesungguhnya.
Sementara Musyawarah Pemilihan Ketua PWPM Medan telah ditetapkan pada 7 Mei 2026. Hari itu akan menjadi penentu arah kepemimpinan organisasi ke depan.
Di tengah dinamika tersebut, satu hal yang menarik adalah bagaimana proses ini tidak hanya berbicara soal pemilihan, tetapi juga tentang harapan akan wajah baru organisasi—lebih solid, lebih adaptif dan lebih relevan.
Bagi Zainul, perjalanan ini baru saja dimulai. Namun di antara dukungan yang terus berdatangan dan semangat yang menguat, ia tampak siap menapaki setiap tahap dengan satu tujuan: menyatukan suara, dan membawa PWPM melangkah lebih jauh. (ROBERTS/RS)

