LANGKAT | Aspal hotmix APBD Langkat T. A 2025 menuai protes dari warga setempat. Pasalnya, jalan sudah rusak, padahal proses serah terima proyek belum dilakukan, ujar Rahmat, 46, kepada kru Metro Online di Besitang, Rabu (15/4/2026).
Kini permukaan aspal hotmix diperkirakan sepanjang 10 meter sudah rusak diduga pengerjaan proyek tidak mengikuti spesifikasi teknis yang ditetapkan, ucapnya.
Pria yang sehari harinya bekerja sebagai pedagang sembako keliling itu menyatakan kekecewaannya terhadap pihak pelaksana proyek, dan kepada Dinas PUTR Langkat. "Ia menilai proyek yang menelan biaya ratusan juta rupiah itu tidak memberi manfaat jangka panjang bagi mobilitas masyarakat."
Baru sepuluh hari usai dikerjakan, permukaan aspal hotmix ketika itu sudah terkelupas, bahkan kini sudah berlubang, namun hingga empat bulan belakangan ini, aspal yang rusak tak kunjung diperbaiki, katanya.
Meski masyarakat disini sudah menyampaikan kekecewaannya lewat pemerintah desa, sosial media, namun, para pihak terkait sepertinya tidak ambil pusing, dan terkesan kebal hukum.
"Kok bisa ia, pejabat di Dinas PUTR Kabupaten Langkat menutup mata, terkait keadaan aspal hotmix rusak, sementara dana yang digunakan untuk membangun proyek itu uang negara," terangnya.
Lebih lanjut, Rahmat, jika aspal hotmix yang rusak itu tidak diperbaiki, lanjutnya, ia menduga ada yang tidak beres dalam proses pelaksanaan proyek tersebut.
Untuk mengungkap adanya dugaan penyelahgunaan dana anggaran proyek, "kita minta lembaga pengawasan seperti Inspektorat dan BPK RI segera melakukan audit terhadap proyek yang berpotensi merugikan keuangan negara tersebut, terangnya.
"Jangan sampai proyek ini dijadikan ajang memperkaya diri oleh pihak-pihak tertentu dengan mengorbankan kualitas infrastruktur publik," tutupnya.
Terkait proyek aspal hotmix yang rusak, kru Metro Online coba menghubungi salah satu pejabat PUTR Langkat, Noor Ahmad Sofyan melalui sambungan WhatsApp-nya, Selasa (14/4/2026), namun tidak direspon yang bersangkutan. Telefon yang dilayangkan tak diangkat, pesan Chat juga tidak dibalas meski terkirim.(lesman simamora/mp)

