![]() |
| Kades Sambirejo Timur M Arifin (kiri) saat menyambangi kediaman Nur Aini. (mol/ma) |
“Saya M Arifin, kepala desa dan jajaran mewakili keluarga, mengucapkan terima kasih sedalam-dalamnya kepada semua pihak yang turut membantu atas ditemukannya warga kami, bu Nur Aini, yang telah pergi dari rumah dan tidak diketahui keberadaannya sejak 7 April 2026 dan berhasil ditemukan di Kabupaten Agam, Sumatera Barat,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada pemerintah daerah Kabupaten Agam, termasuk Bupati Agam, jajaran Satpol PP, serta Dinas Sosial yang dipimpin oleh Kepala Dinas Sosial bersama tim Rehabilitasi Sosial yang turun langsung menangani Nur Aini.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa kepedulian, komunikasi, dan kerja sama lintas daerah mampu menghadirkan kembali harapan yang sempat hilang, serta mengembalikan seseorang ke rumah yang telah lama menantinya.
Tanpa Kabar
Nur Aini dilaporkan meninggalkan rumah sejak 7 April 2026 tanpa kabar. Kegelisahan keluarga pun terus membesar dari hari ke hari, hingga kabar baik datang pada 12 April 2026 menjelang siang.
Ia ditemukan di Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), berkat kepedulian masyarakat setempat dan gerak cepat pemerintah daerah.
Perjalanan menemukan Nur Aini bukanlah hal yang sederhana. Informasi awal berawal dari identitas KTP yang dimiliki, kemudian diteruskan melalui komunikasi lintas daerah antara DPRD Kabupaten Agam dan DPRD Deli Serdang.
Anggota DPRD Deliserdang Misdianto, turut berperan dengan mengirimkan informasi penting serta nomor tim Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Agam kepada Kepala Desa (Kades) Sambirejo Timur M Arifin.
Mendapat informasi tersebut, Kades Arifin, langsung bergerak cepat. Ia segera menghubungi tim Dinas Sosial Agam untuk memastikan kebenaran kabar tersebut.
Setelah dipastikan bahwa Nur Aini memang telah diamankan dan dirawat dengan baik oleh pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam, langkah berikutnya dilakukan untuk memastikan identitas secara langsung.
Melalui sambungan video call, momen haru pun tak terhindarkan. Suami dan anak Nur Aini dipertemukan secara virtual dengan sosok yang mereka rindukan.
“Begitu terhubung dalam video call, suami dan anak lelaki ibu Nur Aini langsung menunjukkan wajah dengan sorotan mata berkaca-kaca, dan mengatakan benar, Pak Kades, itu istri saya,” ungkap Kades Arifin menirukan pengakuan Azwir, suami Nur Aini kepada wartawan.
Tanpa menunggu lama, pada hari yang sama, suami dan anaknya langsung berangkat ke Kabupaten Agam menggunakan bus lintas Sumatera untuk menjemput Nur Aini.
Akhirnya, Rabu siang (15/4/2026, Nur Aini tiba kembali ke rumahnya di Desa Sambirejo Timur. Kepulangannya disambut hangat oleh keluarga, Kepala Desa, serta Kepala Dusun setempat, dalam suasana penuh haru dan syukur. (RobS/RS)

