DELISERDANG | Warga Desa Kotangan dan Desa Sei Putih Kecamatan Galang Kabupaten Deliserdang melakukan aksi protes terhadap pemasangan portal jalan oleh pihak PT Perkebunan Nusantara 4, Kebun Sei Putih Galang, Selasa (3/3/2026) 
Foto : Warga Protes Pemasangan Portal Jalan ( MOL/GN)
Warga mendatangi pos centeng (security) kebun untuk meminta pihak perusahaan segera membongkar kembali portal yang didirikan tanpa ada kordinasi dengan warga setempat pengguna jalan karena akses yang dipasangi portal itu merupakan akses utama masyarakat dan sudah dibangun aspal oleh Pemerintah Kabupaten Deliserdang.
"Enggak pernah seumur umur jalan desa ini dipasang portal baru manager kebun sekarang ini yang berbuat semena-mena memasang portal jalan masyarakat yang sudah dibangun Pemerintah Kabupaten Deliserdang," ucap Siren salah seorang warga Dusun IX, Desa Sei Putih.
Siren menyebutkan masyarakat keberatan dengan pemasangan portal karena itu dianggap semena -mena dan kebijakan sepihak pihak Kebun PTPN 4
"Masyarakat tidak mau ada kejadian, ini jalan sudah dibangun aspal pemerintah bukan jalan kebun lagi, kenapa harus dipasang portal, enggak pernah seumur -umur jalan ini diportal kecuali didalam kebun sana, baiknya kordinasi dulu dengan masyarakat setuju atau tidak dengan adanya pemasangan portal itu. Ini bisa jadi masalah yang akan menyulitkan masyarakat dikemudian hari," ucapnya saat ditemui di lokasi.
Sementara itu Ketua Badan Pengawasan Desa (BPD) Desa Kotasan, Rasiadi Sipayung membenarkan kalau warga menolak pemasangan portal jalan penghubung Desa Kotangan dengan Desa Sei Putih yang sudah diaspal Pemkab Deliserdang itu.
"Siang tadi masyarakat telah berkumpul di jalan yang baru dipasang portal oleh pihak PTPN IV Kebun Sei Putih, kami dari warga sangat menolak keras pemasangan portal itu," kata Rasiadi.
![]() |
| Foto : Jalan Aspal Pemkab Deli Serdang Dipasangi Portal pihak Kebun PTPN 4 ( MOL/GN) |
"Masyarakat sejak lahir disini belum pernah jalan ini dipasangi portal, apalagi sudah dibangun aspal oleh pemerintah, buka portal itu, jangan sampai terjadi konflik dengan warga," tegas Rasiadi.
Rasiadi menjelaskan, warga tadi sudah berupaya untuk bertemu dengan manager kebun namun sangat disayangkan mereka tetap menolak membongkar portal itu.
"Sudah ribut tadi warga dengan security kebun sampai datang Polisi dan Koramil tapi pihak kebun tetap menolak membongkar portal, tapi intinya warga tetap minta portal segera dibongkar," ujarnya.
Terkait konflik warga dengan pihak perkebunan PTPN IV Sei Putih di Desa Kotangan, Kapolsek Galang AKP Dodi Martha SH MH saat di konfirmasi membenarkan kejadian itu dan pihaknya sudah melakukan upaya mediasi antara kedua pihak, namun meminta pada Kepala Desa setempat menyelesaikannya dan kepala desa yang akan membuat kesepakatan tertulis yang disepakati masing masing pihak baik warga maupun perusahaan.
"Iya informasi dari anggota dilapangan, sudah dilakukan mediasi oleh kepala desa setempat, nanti akan buat kesepakatan warga, pihak perusahaan memasang portal dengan alasan menjaga keamanan kebunnya dan portal dipasang itu juga ada yang jaga security untuk bertugas buka tutup palang bukan dilarang warga lewat," kata Kapolsek.(GN/GN)

