![]() |
| Petugas mengidentifikasi nama-nama korban kecelakaan maut di Majalengka. (mol/in) |
Identitas keenam korban meninggal dunia yakni Hasim (sopir), Entang Desi, Nurmala, Muhammad Ali Okta,
dan Nanda Nova Nurohman. Para korban diketahui merupakan warga Warudoyong Selatan, RT 40/09.
Informasi launnya dihimpun, 15 penumpang lainnya mengalami luka-luka dengan kondisi bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Kecelakaan maut ini melibatkan mobil jenis Elf dengan nomor polisi Z 7012 CN yang mengangkut sekitar 20 penumpang. Mobil itu terjun ke jurang di wilayah Desa Maniis, Kabupaten Majalengka.
Dugaan sementara, penyebab kecelakaan dipicu oleh rem yang tidak berfungsi. Sopir kehilangan kendali saat melintasi jalan turunan hingga kendaraan keluar jalur dan terbalik. Kecelakaan maut terjadi di Desa Maniis, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka.
Perwakilan keluarga korban, Ari Samsul, mengungkapkan kronologi awal kejadian berdasarkan informasi yang diterima.
"Dapat kabar dari keluarga korban katanya mobil rem blong saat pulang ke Karawang lewat Pangandaran, dibuangnya ke Majalengka. Pas turunan rem blong, enam orang tewas dengan sopir. Satu mobil itu keluarga baru pulang mudik," katanya, Selasa (24/3/2026).
"Mau ambil korban laka masuk jurang, semuanya enam orang," ujarnya
Sebanyak sembilan ambulans dari Rengasdengklok diterjunkan untuk menjemput korban kecelakaan mobil travel masuk jurang di Majalengka. Proses penjemputan difasilitasi oleh Polsek Rengasdengklok yang turut mendampingi keluarga korban.
Langkah tersebut untuk mempercepat evakuasi korban dari sejumlah rumah sakit di wilayah Majalengka. Para korban sebelumnya dilarikan ke RS Talaga dan Puskesmas Cikijing untuk mendapatkan penanganan medis.
Warga sekitar turut membantu proses evakuasi setelah kejadian. Para korban langsung dievakuasi dari lokasi jurang dan dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.
Seluruh korban luka masih menjalani perawatan intensif di beberapa rumah sakit di Majalengka. Pihak keluarga berharap seluruh korban bisa segera dipulangkan ke Karawang untuk mendapatkan perawatan lanjutan. Proses pemberangkatan ambulans pun dilakukan dengan pengawalan ketat agar perjalanan berjalan lancar. (RobS/IN/kps/RS)

